BANGKAPOS.COM,BANGKA - Pertamina Patra Niaga meminta maaf kepada masyarakat kepada masyarakat Bangka Belitung atas terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Pernyataan ini disampaikan Sales Area Manager Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Satriyo Wibowo Wicaksono usai menggelar audiensi bersama DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (2/2/2026).
Satriyo mengatakan kelangkaan gas elpiji 3 kg ini terjadi karena alasan cuaca yang terjadi mulai dari Desember 2025 hingga Januari 2026.
"Permohonan maaf atas kejadian dalam beberapa hari belakang, atau pada Desember dan Januari. Beberapa kali mengalami keterlambatan suplai yang disebabkan, oleh cuaca yang kurang bersahabat. Lalu ada maklumat dari KSOP yang mewanti-wanti kalau ada cuaca buruk, jadi kalau dilanggar bisa terjadi yang lebih panjang lagi," ujar Wicaksono
Diketahui DPRD Provinsi Bangka Belitung dalam audiensi, telah memberikan target yakni tiga hari untuk menstabilkan kondisi gas elpiji 3 kilogram.
"Sampai sekarang recovery alhamdulillah di minggu ke empat hingga sekarang, pasokan elpiji dalam kondisi normal jadi rekan-rekan bisa mengkroscek," tuturnya.
Selain itu untuk rencana jangka panjang, pembangunan depot atau terminal bahan bakar minyak juga akan dipertimbangkan untuk dapat segera dibangun.
"Depot itu nantinya digunakan salah satunya untuk backup Pangkalbalam, kemudian termasuk ke Belitung juga. Depot itu nanti mungkin selain BBM, juga ada elpijinya. Cuman ini jangka panjang, 2026 sepertinya belum kalau masalah depot. Mungkin kita akan optimalisasi depot yang ada ya, Pangkalbalam, Tanjung Pandan, dan juga Belinyu," bebernya.
Sementara itu pihaknya juga membuka layanan call center 135 yang dapat digunakan masyarakat, untuk melaporkan berbagai aduan dan keluhan.
"Itu menjadi wadah tercepat teman-teman untuk menyampaikan keluhan pelanggan, tanpa harus khawatir bingung melaporkannya kemana," ungkapnya.
Hal ini pun diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya usai menggelar audiensi di ruang Badan Musyawarah.
"Gas Elpiji 3 kilogram mulai tanggal 5 Februari 2026, akan tersuplai kembali secara normal di pangkalan-pangkalan dan ini sudah clear komitmen PT. Pertamina," ujar Didit Srigusjaya.
Dalam audiensi yang juga dihadiri sejumlah masyarakat, menghasilkan komitmen khususnya pada masa Ramadhan dan Idul Fitri tidak lagi terjadi kelangkaan gas elpiji.
"Sudah ada sebuah komitmen dari Pertamina untuk menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, bahwa untuk gas elpiji 3 Kilogram tetap normal karena sudah dipersiapkan," tegasnya.
Selain itu guna memastikan penyaluran gas elpiji subsidi dapat tepat sasaran, pihaknya juga akan membentuk tim pengawasan terpadu.
Dalam tim tersebut akan diisi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung, serta melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH).
"Harus melibatkan APH, apakah itu Kepolisian atau Kejaksaan untuk mengawasi penyaluran gas elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran. Hal ini karena terindikasi, bahwa ini tidak tepat sasaran," tuturnya.
Sementara itu Didit Srigusjaya mengungkapkan perlunya kilang baru di Provinsi Bangka Belitung, guna menghindari fenomena kelangkaan gas elpiji dapat terulang kembali.
"Saya dan Gubernur sudah berkomunikasi dengan Pertamina Pusat, bahkan lewat lobi-lobi politik. Karena kita ini ada daerah kepulauan, kita masih mengusulkan agar ada kilang baru di Bangka Belitung. Daerah kepulauan dan cuaca ekstrem artinya jauh-jauh hari sebelum itu terjadi, stok sudah ada di tempat tersebut," ungkapnya.(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).