Sejumlah Titik di Bandung Masih Jadi Tempat Tinggal Tunawisma, dari Asia Afrika hingga Otista
February 02, 2026 08:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah lokasi di Kota Bandung, mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena selama ini kerap dijadikan tempat tinggal oleh Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) alias tunawisma.

Sepanjang Januari 2026, Dinas Sosial bersama Satpol PP Kota Bandung telah merazia tunawisma. Hasilnya, 77 orang mendapatkan layanan rehabilitasi, dengan rincian 20 orang warga Kota Bandung dan 57 orang berasal dari luar daerah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, PPKS masih ditemukan tidur di sejumlah titik strategis, khususnya di Jalan Asia Afrika, ruas Masjid Agung, hingga Sudirman.

Baca juga: Gedung Kosong Hingga Taman di Kota Bandung Jadi Fokus Pengawasan Satpol PP dari Tunawisma

"Paling menonjol itu di Asia Afrika dan Otista. Ini tidak boleh dibiarkan," ujar Farhan, Senin (2/2/2026).

Selain itu, kata dia, beberapa titik di Simpang Lima hingga Tamblong juga masih ditemukan PPKS, meskipun terbatas di sisi kiri jalan. Kemudian, lokasi yang menjadi perhatian serius antara lain Stasiun Timur, putaran Suniaraja, serta tenda biru di depan Pasar Baru.

Farhan memastikan, Pemkot Bandung tidak ingin Kota Bandung menjadi kota yang membuat para homeless betah, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

Penanganan tunawisma atau gelandangan serta penertiban ruang publik di Kota Bandung.
Penanganan tunawisma atau gelandangan serta penertiban ruang publik di Kota Bandung. (Diskominfo Kota Bandung)

"Kita bukan tidak manusiawi. Justru kita ingin mengembalikan mereka ke rumahnya, ke daerah asalnya, dengan pendekatan yang benar," katanya.

Isi Bangunan Kosong

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, biasanya mereka diam di bangunan kosong, trotoar, dan taman di daerah perkotaan, seperti Asia Afrika, Braga, serta hampir di semua taman, hingga akhirnya dikeluhkan wali kota dan kalangan masyarakat.

"Apa yang dikeluhkan pimpinan dan warga masyarakat, kita sangat prihatin. Makanya, kita melakukan tindakan sesuai dengan Perda dan pelanggarannya tetap kita lakukan penindakan," ujar Bambang belum lama ini.

Baca juga: 77 Tunawisma di Kota Bandung Terjaring Razia, Ada dari Cianjur, Medan, hingga Surabaya

Dalam melakukan pengawasan dan penindakan tersebut, kata Bambang, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bandung karena setelah terjaring razia, mereka langsung dilakukan penanganan.

"Alhamdulillah kita kerjasama dengan jajaran Dinas Sosial dan yang lainnya, termasuk kita bantu juga oleh Diskar untuk pembersihannya. Sekarang Alhamdulillah sudah clear," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.