Bupati Hendrajoni Pindah ke PSI, Pakar Unand Prediksi Suara NasDem di Pesisir Selatan Bakal Rontok
February 02, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pakar politik Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, Prof Asrinaldi, menilai keputusan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpotensi berdampak signifikan terhadap perolehan suara Partai NasDem di daerah tersebut.

Menurut Asrinaldi, basis suara yang selama ini melekat pada sosok Hendrajoni diperkirakan akan ikut bergeser ke PSI, partai tempat Hendrajoni kini bernaung.

“Perpindahan ini pasti berdampak pada suara NasDem. Hendrajoni adalah tokoh kuat, dan itu terbukti dari perolehan suaranya pada Pilkada Pesisir Selatan lalu yang turut menguatkan NasDem. Maka, kepergiannya menjadi kerugian bagi NasDem di daerah tersebut,” ujar Prof Asrinaldi kepada TribunPadang.com, Senin (2/2/2026).

Sebaliknya, kondisi ini dinilai menjadi keuntungan tersendiri bagi PSI. Asrinaldi menyebut, suara yang selama ini menjadi basis politik Hendrajoni akan menjadi tambahan signifikan bagi PSI di Pesisir Selatan.

“Suara Hendrajoni sangat signifikan pada pilkada kemarin. Basis suara itu berpotensi besar berpindah dan menjadi kekuatan baru bagi PSI,” jelasnya.

Baca juga: Line Up Semen Padang FC Lawan PSM Makassar: Dejan Antonic Pasang Komposisi Agresif Curi Poin

Ia menambahkan, pergeseran tersebut bukan hanya menjadi ancaman bagi NasDem di Pesisir Selatan, tetapi juga dapat berimbas pada peta kekuatan partai di tingkat Sumbar.

“Ini bisa menjadi ancaman serius bagi basis suara NasDem, baik di Pesisir Selatan maupun secara lebih luas di Sumbar,” sambungnya.

Selain faktor elektoral, Asrinaldi menilai keputusan Hendrajoni meninggalkan NasDem juga tidak terlepas dari adanya kekecewaan terhadap partai yang sebelumnya menaunginya.

“Perpindahan ini tentu melalui pertimbangan politik. Sebelumnya Hendrajoni didukung NasDem saat pemilihan kepala daerah. Namun, pasti ada ketidakpuasan di internal kepartaian yang membuatnya memutuskan pindah haluan,” ungkapnya.

Asrinaldi menilai, fenomena perpindahan kader dari satu partai ke partai lain merupakan hal yang lazim dalam dinamika politik Indonesia saat ini.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Intai Sumbar Sore Ini, Lubuk Basung hingga Lengayang Waspada Hujan Lebat dan Angin

“Ini memang hal biasa. Jika seorang kader merasa tidak nyaman, ia akan pindah atau bahkan membentuk partai sendiri. Kader partai di Indonesia saat ini bukan lagi kader ideologis, melainkan lebih banyak memikirkan kepentingan jangka pendek,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Asrinaldi, juga tercermin pada sosok Hendrajoni yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sumbar.

“Mungkin ada ketidakpuasan tertentu dan momentum yang tepat, sehingga ia memilih pindah dari NasDem ke PSI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asrinaldi menilai PSI menawarkan peluang politik yang lebih besar bagi Hendrajoni. Selain dikenal sebagai partai yang cukup populer, PSI juga kerap menjadi sorotan publik melalui berbagai isu dan kontroversi di media massa maupun media sosial.

“PSI ini partai yang populer, meski sering dikaitkan dengan kontroversi. Hal itu justru membuat PSI dikenal luas masyarakat. Ditambah adanya tawaran politik, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Hendrajoni,” tegasnya.

Baca juga: Hendrajoni Loncat ke PSI, Pengamat: Kader Partai Kini Tak Ideologis, Kejar Kepentingan Jangka Pendek

Menurut Asrinaldi, PSI juga memberikan ruang yang lebih luas bagi langkah politik Hendrajoni ke depan, terutama mengingat yang bersangkutan telah menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan selama dua periode.

“Kita tahu Hendrajoni sudah dua periode menjabat sebagai bupati. Artinya, ia harus mulai memikirkan langkah politik selanjutnya, apakah ke tingkat provinsi atau DPR RI. PSI dinilai memberi ruang lebih besar untuk itu,” katanya.

Tak hanya itu, Hendrajoni juga disebut berpeluang disiapkan PSI untuk menduduki posisi strategis di tingkat daerah.

“Bisa jadi ia diproyeksikan menjadi Ketua DPW PSI Sumbar untuk menarik basis massa ke PSI. Masuknya Hendrajoni jelas menjadi keuntungan besar bagi PSI,” ujarnya.

Diketahui, Hendrajoni merupakan tokoh senior Partai NasDem di Sumatera Barat. Sebelum bergabung dengan PSI, ia pernah memimpin dua partai besar di daerah tersebut, yakni sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesisir Selatan pada 2016 dan Ketua DPW Partai NasDem Sumbar pada 2019.

Baca juga: Spartacks Optimis Kabau Sirah Bawa Pulang Tiga Poin dari Kandang PSM Makassar

Hendrajoni juga dikenal sebagai Bupati Pesisir Selatan dua periode, yakni 2016–2021 dan 2025–2030. Ia merupakan suami dari anggota DPR RI Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni.

Sementara itu, Hendrajoni resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah dikukuhkan sebagai kader baru dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.