TRIBUNJATIM.COM - Simak ramalan cuaca Jatim pada Selasa 3 Februari 2026.
Seluruh wilayah di Jawa Timur diperkirakan akan dilanda hujan.
Sebagian daerah mengalami cuaca cerah terlebih dahulu, kemudian disusul hujan.
Namun diharap waspada, karena sejumlah wilayah dilanda hujan petir.
Di antaranya terjadi di Magetan dan Pasuruan.
Prakiraan cuaca Jatim ini dilansir dari BMKG
Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Senin 2 Februari 2026, Waspada Hujan Petir Melanda 7 Daerah
Dikutip Tribun Jatim dari laman resminya, BMKG juga merilis daerah yang rawan banjir dan longsor di Jawa Timur.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.
Melansir laman resmi BMKG, terdapat 10 daerah rawan banjir pada kondisi cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur. Daerah tersebut di antaranya:
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Praktisi Herbal Ingatkan Pentingnya Jaga Titik Hangat agar Imunitas Tak Jebol
Sementara untuk daerah lawan longsor berdasarkan prediksi BMKG, yakni:
Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan.
Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi) dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan instensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.
Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca esktrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.