Agus Juragan Kasur Bangun Jalan Desa Senilai 4 Mobil, Ketua RT: Pemerintah Tak Bisa Jangkau Semuanya
February 02, 2026 09:30 PM

TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial sosok Agus Dwi Wibowo, yang bangun jalan desa senilai 4 mobil menggunakan uang pribadinya.

Pria berusia 39 tahun itu membangun jalan rusak di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Di mana jalan itu sudah rusak selama bertahun-tahun.

Dalam video yang viral, tampak sejumlah warga turun langsung, bergotong royong membenahi jalan secara swadaya.

Baca juga: Rustam Bangun Jalan Desa Rusak Pakai Uang Sendiri, Sebut Cita-cita Sejak Kecil, Kades: Bisa Dicontoh

Perekam video menyampaikan kekagumannya terhadap sosok pengusaha yang tetap mengingat desa asalnya setelah sukses.

“Ngene lo lurrr, nek dadi pengusaha sukses kelingan desane. Dalane rusak didandani nganggo duit pribadi. Bayangno, dawane 230 meter, nek ditukokne mobil oleh papat,” 

“(Gini lo saudara, kalau jadi pengusaha sukses ingat desanya. Jalan rusak diperbaiki pakai uang pribadi. Bayangkan, panjangnya 230 meter, kalau dibelikan mobil dapat 4,” ucap perekam dalam video tersebut.

Sosok Agus Juragan Kasur

Agus dikenal sebagai pengusaha alas tidur atau kasur.

Agus merupakan warga Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

Ia mengaku inisiatif membenahi jalan desa setempat, yang rusak bertahun-tahun menggunakan dana pribadi.

Inisiatif berawal dari lingkungan tempat ia tumbuh dan berusaha.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah lama dikeluhkan warga.

“Situasi itu menumbuhkan kepedulian pribadi, sehingga membutuhkan penanganan segera agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ungkap Agus.

Menanggapi respons publik yang cukup luas, dirinya menegaskan, langkah yang ia lakukan murni bersifat sosial dan tidak dilatarbelakangi kepentingan tertentu. 

Meski demikian Mas Agus, sapaan akrabnya, mengaku hanya berusaha berkontribusi sebisanya.

Mengingat, jalan ini dipakai bersama dan manfaatnya bisa dirasakan banyak orang.

“Semoga perbaikan jalan tersebut dapat menunjang aktivitas warga agar lebih aman dan nyaman, terutama saat musim hujan ketika kondisi jalan sebelumnya licin dan sulit dilalui,” pungkasnya.

Baca juga: Setelah Habiskan Rp 2 M untuk Bangun Jalan 10 Km, Mat Yasin Siapkan Rp 1 M untuk Perbaiki Desa Lain

Di tempat yang sama, Ketua RT 12 Desa Mategal Katimin, membenarkan, ruas jalan tersebut memang telah mengalami kerusakan cukup lama. 

Pemerintah desa sebelumnya sempat melakukan perbaikan terbatas, namun belum mampu menjangkau seluruh titik yang rusak. Alhamdulillah sekarang jalannya sudah bagus. Ini sangat membantu warga, terutama untuk akses pertanian dan anak-anak sekolah,” katanya.

Hal serupa disampaikan Anis Kurniawati, salah satu warga sekitar. Dengan perbaikan jalan ini, warga jadi nyaman saat melintas di jalan tersebut.

“Dulu jalannya rusak dan licin, sekarang sudah enak dilewati,” tandas Anis. (Febrianto Ramadani)

Berita Lain

Sebelumnya, seorang petani bangun jalan desa pakai uang pribadinya.

Petani tersebut bernama Rustam.

Pria berusia 45 tahun ini membangun jalan yang rusak di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Rustam tak tahan melihat jalan di depan rumahnya yang memprihatinkan dan menyulitkan aktivitas warga, terutama petani saat mengangkut hasil panen.

Aksi ini diakui Rustam sebagai wujud cita-citanya.

Ia pun menghabiskan uang hingga puluhan juta rupiah.

"Pengerjaan sudah sekitar 50 meter, sisanya kurang lebih 50 meter lagi. Rencana ini sudah lama, istilahnya supaya jalan kita nyaman dipandang dan lingkungan bersih. Ini memang cita-cita saya sejak kecil, supaya jalan desa kita enak dilewati warga maupun saudara," ujarnya, melansir dari Kompas.com.

Baca juga: Mat Yasin Juragan Besi Tua di Sampang Madura Bangun Jalan Desa Rp2 M Pakai Dana Pribadi: Nazar

Rustam telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat sebelum memulai pembangunan dan mendapatkan izin serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Wukirsari.

"Sudah izin ke pak RT untuk membangun jalan desa," jelas dia.

Kepala Desa Wukirsari, M Sulistiono, mengapresiasi kepedulian Rustam yang dinilai sangat membantu pemerintah desa di tengah keterbatasan anggaran.

"Partisipasi warga seperti ini sangat kami hargai. Ini bentuk kepedulian terhadap kepentingan umum. Pemerintah desa tentu mendukung," ujar Sulistiono, Jumat (9/1/2026).

Sulistiono mengakui, masih banyak ruas jalan di Desa Wukirsari yang belum tersentuh pembangunan akibat keterbatasan dana desa, luas wilayah, dan kondisi geografis yang terjal.

"Jalan di desa kami memang belum semuanya tersentuh pembangunan. Anggaran terbatas, sementara wilayah cukup luas. Apa yang dilakukan Pak Rustam ini sangat membantu," katanya.

Ia menambahkan, dana desa tahun ini diperkirakan mengalami penurunan, sehingga swadaya masyarakat menjadi penopang penting pembangunan desa.

Pemerintah Desa Wukirsari berharap aksi Rustam dapat menginspirasi warga lain untuk berkontribusi dalam pembangunan fasilitas umum.

"Mudah-mudahan kepedulian ini bisa dicontoh. Jalan yang sudah dibangun semoga dirawat bersama demi kepentingan warga," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.