TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sandiaga Salahuddin Uno menaruh perhatian terhadap kesejahteraan perempuan melalui workshop pemberdayaan perempuan di Kampung Sundawenang, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Rumah Pemberdayaan Al Muhtadiin, diikuti 40 ibu rumah tangga. Peserta dilatih membuat menu unik namun ekonomis, yakni Ayam Cilok Kriwil dan Puding Pakcoy.
Tak hanya dibekali hardskill memasak, peserta juga diajarkan memanfaatkan teknologi Generative AI untuk membuat konten promosi digital.
Sandiaga menyebut kolaborasi ini sebagai berkah nyata karena langsung menghadirkan dampak sosial yang konkret bagi masyarakat desa, khususnya kaum perempuan yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan.
"Program Perempuan Berdaya ini ditujukan bagi perempuan yang sebelumnya tidak memiliki pendapatan agar memiliki keterampilan baru. Ini langkah awal yang kuat untuk menopang ekonomi keluarga," ungkap Sandiaga Uno, selaku founder YIS, melalui keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Hasilnya luar biasa. Melalui tantangan membuka sistem pre-order pada hari yang sama, para peserta berhasil meraup pendapatan total sebesar Rp 11.176.500 hanya dalam satu hari.
Baca juga: Sandiaga Uno: Ibu Mandiri Secara Ekonomi jadi Kekuatan Keluarga
Pesanan yang masuk mencapai ribuan porsi, membuktikan potensi pasar yang besar bagi produk UMKM desa.
"Selain memasak, para ibu juga diajarkan dasar digital marketing berbasis AI agar bisa langsung mendesain dan membuat caption jualan yang siap disebar ke media sosial," tambah Sandiaga.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan satu hari. Para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu untuk memantapkan strategi pemasaran digital.
Bagi mereka yang menunjukkan progres signifikan, Sandiaga menjanjikan dukungan melalui Program Inkubasi.
Dukungan ini mencakup pengembangan merek dagang, pembuatan kemasan produk yang menarik, hingga bantuan proses perizinan usaha.
Kepala Desa Sundawenang, Wahid, mengaku bersyukur desanya menjadi pusat pelatihan UMKM ini. Ia berharap produk olahan warganya semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar luar daerah.
"Terima kasih atas pelatihan dan bantuan modal yang diberikan. Kami berharap program pembinaan UMKM semacam ini terus berlanjut agar produk Desa Sundawenang semakin dikenal," ujar Wahid. (*)