TRIBUNTRENDS.COM - Impian Ressa Rizky Rossano untuk mendapat pengakuan sebagai anak kandung Denada akhirnya menjadi kenyataan.
Pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur itu kini bisa bernapas lega setelah Denada secara terbuka mengakui hubungan darah di antara mereka.
Meski demikian, rasa lega tersebut rupanya belum sepenuhnya menghapus luka lama yang membekas dalam ingatan Ressa.
Masa kecilnya masih menyimpan kenangan pahit, terutama terkait perlakuan yang ia terima dari sang nenek, Emilia Contessa, yang tak lain adalah ibunda Denada.
Kisah tersebut diungkap oleh Ronald Armada, pengacara sekaligus paman Ressa.
Menurut Ronald, Ressa sempat mengalami perlakuan yang diduga tidak adil dari Emilia ketika usianya masih tergolong remaja.
Baca juga: Sosok Dino Rossano, Paman Denada yang Asuh Ressa Sejak Bayi, Pernah Nyaleg, Profesi Tak Main-main
Pada masa itu, Ressa disebut harus menjalani peran sebagai sopir pribadi sang nenek.
Pekerjaan tersebut dijalaninya dengan perasaan tertekan dan menyisakan luka batin. Namun, kondisi ekonomi memaksanya bertahan karena ia harus menanggung cicilan mobil.
Yang membuat situasi semakin berat, saat menjalani peran tersebut Ressa sebenarnya sudah mengetahui bahwa Denada adalah ibu kandungnya.
Fakta itu membuat pengalaman masa lalunya terasa semakin menyakitkan dan sulit dilupakan, meski kini pengakuan yang selama ini ia impikan akhirnya terwujud.
"Ressa sempat jadi driver almarhumah yang ternyata adalah neneknya Ressa. Apa perasaan Ressa menjadi driver nenek sendiri kemudian digaji?" tanya Rian Ibram dalam tayangan pagi pagi ambyar Trans TV, Senin (2/2/2026).
"Hancur pasti, tapi karena Ressa harus membayar cicilan itu jadi Ressa fokus ke sana saja (jadi sopir Emilia)," imbuh Ressa menahan tangis.
Lebih lanjut, Ronald pun menceritakan bagaimana perlakukan mendiang Emilia kepada Ressa.
Saat Ressa masih kecil, ia kabarnya selalu mendapat perlakukan berbeda dari Emilia.
Seperti saat sedang diajak main oleh adik Denada, Ressa katanya pernah disuruh duduk di bawah oleh Emilia agar tidak bersebelahan dengan anaknya.
"Ressa itu mulai kecil diperlakukan begini ya. Ressa ini kan kalau manggil anaknya Bunda (Emilia), Kaisar itu kan manggilnya 'bang'. Jadi anak ini (Ressa) masih kecil saja, umur lima tahun, diajak main video game, sama abangnya, duduk di atas tempat tidurnya bunda. Kaisar duduk di atas sama dia (Ressa) awalnya, anak ini (Ressa) diminta duduk di bawah. Jadi penekanan psikologis itu sudah seperti itu dari kecil," ungkap Ronald.
Bukan cuma itu, Ressa kecil juga katanya sering disuruh makan di belakang jika ada keluarga Emilia.
Ressa tidak diizinkan makan di ruang tamu atau meja makan bersama-sama.
"Gimana enggak emosi, anak ini (Ressa) diperlakukan seperti itu. Makan saja enggak boleh di ruang tamu, di ruang makan, (Ressa) disuruh makan di belakang," ujar Ronald.
"Siapa yang enggak memperbolehkan?" tanya Rian.
"Bunda Emil," pungkas Ressa.
"Saat itu kondisinya kamu sudah tahu (anaknya Denada)?" tanya Rian lagi.
"Belum, masih kecil," imbuh Ressa.
Baca juga: Kakak Ditinggalin Denada Marah Ditanya Ayah Kandung Ressa, Enrico Kecewa Kakak Diserang Tante
Sementara itu terkait dengan isu tak mengakui Ressa sebagai anaknya, Denada akhirnya buka suara.
Pada hari ini, Selasa (2/2/2026) Denada akhirnya mengaku bahwa Ressa adalah anak kandungnya.
"Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi," kata Denada.
Lebih lanjut, Denada blak-blakan soal alasannya tidak mengurus Ressa sejak bayi.
Saat Ressa lahir di tahun 2002, usia Denada diperkirakan berumur 22 tahun.
Lantaran hal itu, Denada meminta maaf secara khusus kepada Ressa, putra kandungnya.
"Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak. Saya juga minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini setelah sekian lama baru saat ini saya memberi tahu Ressa bahwa saya ibu kandung Ressa. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf," imbuh Denada.
Sadar akan kesalahannya di masa lalu, Denada berharap Ressa bisa menerimanya sebagai ibu kandung.
Dalam klarifikasinya itu, Denada juga meminta maaf kepada keluarga terutama almarhumah ibunya, Emilia Contessa.
Jika Denada akhirnya mengakui Ressa sebagai anaknya, pemuda 24 tahun itu mengurai respon tak disangka.
Saat tahu Denada diboikot gara-gara kasusnya, Ressa menangis.
Ressa berlinang air mata saat mendengar Denada dicemooh hingga diboikot.
"Jangan, kasihan," kata Ressa.
Sembari menangis, Ressa meminta kepada netizen agar jangan menyetop karir Denada.
Diungkap Ressa, Denada tidak salah dalam kasus ini.
Ressa pun menyebut dirinya tidak pernah menyalahkan atau benci kepada Denada.
Bagaimanapun kata Ressa, Denada adalah ibu kandung yang ia sayang.
"Kakak-kakak netizen, Ressa minta tolong janganlah sampai diboikot itu. Karena Ressa enggak mau sampai seperti ini. Kasihan juga, bagaimanapun itu ibu Ressa. Di mata Ressa enggak ada salahnya. Ressa mohon banget kepada kakak-kakak netizen, janganlah diboikot kak, kasihan," pinta Ressa.
(TribunTrends/TribunBogor)