Asal-usul Umbul Dudo di Boyolali, Ada Legenda Tragis Terkait Namanya
February 03, 2026 08:32 AM

 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tidak cuma Kabupen Klaten saja yang memiliki banyak umbul atau pemandian alami.

Kabupaten Boyolali juga dikenal memiliki banyak pemandian alami atau umbul yang menjadi favorit wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang.

Salah satu destinasi yang paling populer sekaligus sarat nilai sejarah dan legenda adalah Umbul Pengging yang terletak di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Air Alami yang Menyegarkan di Klaten, Umbul Siblarak di Polanharjo

Umbul Pengging menawarkan kesegaran air alami yang bersumber langsung dari mata air pegunungan.

Di kawasan ini terdapat tiga kolam pemandian alami serta satu kolam buatan yang diperuntukkan bagi anak-anak.

Tiga Umbul dengan Cerita Berbeda

Menariknya, tiga kolam alami di Umbul Pengging tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemandian, tetapi juga memiliki kisah legenda masing-masing.

Warga setempat, menyebut cerita tersebut diwariskan secara turun-temurun dari orang tua dan leluhur mereka.

Dari ketiga kolam tersebut, Umbul Dudo menjadi yang paling legendaris.

Umbul ini dulunya dikenal dengan nama Umbul Katunda dan merupakan kolam pertama yang muncul di kawasan Umbul Pengging.

Baca juga: Asal-usul Candi Planggatan di Karanganyar : Peninggalan Kerajaan Majapahit, Jejak Prabu Brawijaya V

Legenda Umbul Katunda dan Bandung Bondowoso

Legenda Umbul Pengging bermula dari kisah peperangan antara Keraton Prambanan dan Keraton Pengging Wanasegara.

Pasukan Prambanan dipimpin oleh Patih Gupala, sementara Keraton Pengging dipimpin oleh Prabu Damar Maya, ayah dari tokoh legendaris Bandung Bondowoso.

Dalam perjalanannya menuju Keraton Prambanan, Bandung Bondowoso merasa sangat haus dan lelah.

Saat itu, kawasan yang kini menjadi Umbul Pengging belum memiliki sumber air.

Bandung Bondowoso kemudian melubangi tanah hingga memunculkan mata air yang membentuk sebuah kolam.

Baca juga: Asal-usul Kecamatan Karanggede Boyolali, Jejaknya Dipercaya Sudah Ada Sejak Tahun 1800-an

Kolam tersebut dinamai Umbul Katunda, yang berarti perjalanan Bandung Bondowoso sempat tertunda karena rasa haus.

Seiring waktu, dua mata air lain muncul di sekitar Umbul Katunda, yang kini dikenal sebagai Umbul Temanten dan Umbul Ngabean.

Umbul Dudo, Banyudono, Kabupaten Boyolali
WISATA BOYOLALI - Umbul Dudo, Banyudono, Kabupaten Boyolali (Google Maps)

Asal-usul Nama Umbul Dudo

Meski awalnya bernama Umbul Katunda, masyarakat kini lebih mengenal kolam tersebut sebagai Umbul Dudo.

Nama ini berasal dari kisah seorang pria yang ditinggal oleh istrinya.

Karena rasa cinta dan kesedihan mendalam, pria tersebut memilih tinggal di sekitar umbul untuk menenangkan diri hingga akhir hayatnya.

Dari kisah itulah nama Umbul Dudo melekat.

Namun, warga setempat menegaskan tidak ada mitos atau pantangan bagi pria yang telah menikah untuk mandi di umbul ini.

Umbul Dudo tidak dipercaya menyebabkan seseorang menjadi duda.

Baca juga: Asal-usul Taman Sriwedari Solo, Dibangun Pakubuwono X sebagai Tempat Hiburan yang Megah

Destinasi Favorit dengan Tarif Terjangkau

Saat ini, Umbul Dudo menjadi salah satu alternatif pemandian favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Umbul Pengging.

Selain nilai sejarah dan legendanya, kolam ini juga diminati karena airnya yang jernih dan menyegarkan.

Tarif masuknya pun sangat terjangkau, yakni sekitar Rp1.500, sehingga cocok menjadi destinasi wisata keluarga yang ramah di kantong.

Lokasi Umbul Dudo yang berada di kawasan Umbul Pengging berjarak 20 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh kurang lebih 46 menit kendaraan pribadi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.