BANJARMASINPOST.CO.ID - Beredar di media sosial, video seorang pemuda tertidur di atas aspal Jalan A Yani, Kilometer 7, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Diduga sedang dalam kondisi mabuk, pria tersebut tampak terlelap di samping sepeda motor yang terparkir.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @peristiwakalsel, Selasa (3/2/2026), pemuda tersebut ditemukan tergeletak saat malam.
Baca juga: Mobil Sedan Tabrak Trotoar di Jembatan Dewi Banjarmasin, Sopir Diduga Mabuk
“info di samping alfamidi km7 ada urang diduga teler berabah di jalan.."
"Pina nya lagi nyaman tu, Napa kah nah di makan jd guring banar di aspal,” terang unggahan tersebut.
Pemuda yang belum diketahui identitasnya itu tampak mengenakan kaus hitam dan celana pendek jeans dengan panjang di atas lutut.
Dia tertidur pulas tanpa menggunakan alas dan tepat berada di pinggir jalan raya.
Alhasil tubuh pemuda itu pun tampak diselimuti pasir lantaran tidur langsung di atas aspal.
Tubuhnya meringkuk dengan kondisi tangan di atas dada.
Meski sudah disinari dengan lampu motor, pemuda itu tampak bergeming dan melanjutkan tidurnya.
Sementara di samping tubuh pemuda itu terparkir satu sepeda motor jenis matic yang diduga adalah miliknya.
Seseorang yang nekat tidur di atas aspal jalan, rentan mengalami kecelakaan lalu lintas berupa tertabrak atau terlindas kendaraan yang melintas.
Selain itu, yang bersangkutan bisa mengalami sakit.
Dikutip dari beberapa sumber, aspal yang dingin dan lembap di malam hari, dapat menyebabkan suhu tubuh turun drastis (hipotermia).
Sebagai informasi, hipotermia adalah kondisi gawat darurat saat suhu tubuh turun drastis di bawah 35°C.
Situasi itu mengancam nyawa akibat kegagalan fungsi jantung, saraf dan gangguan pernapasan.
Bahaya utamanya meliputi henti jantung, kerusakan organ vital, hilang kesadaran (koma), kerusakan jaringan (frostbite), hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Di samping itu, tidur di permukaan keras menyebabkan nyeri tulang belakang, punggung, leher, dan bokong.
Serta menghambat peredaran darah yang menimbulkan kesemutan atau kebas.
Dampak utamanya meliputi penurunan sensitivitas kulit, kelemahan otot, luka yang tidak disadari (infeksi), hingga gangguan keseimbangan, serta mengganggu produktivitas.
Kemudian, aspal kotor, berdebu, dan penuh kuman dapat menyebabkan iritasi kulit, alergi, ruam, atau infeksi saluran pernapasan.
Di luar itu, tidur di jalan membuat seseorang rentan terhadap tindak kejahatan atau gangguan dari lingkungan sekitar.
(Banjarmasinpost.co.id/danti ayu)