Kuasa Hukum Ungkap Alasan Boiyen Gugat Cerai Rully, Singgung Komunikasi di Rumah Tangga
February 03, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Kuasa hukum komedian Boiyen atau Yeni Rahmawati mengungkapkan bahwa kliennya kini tidak lagi tinggal satu rumah dengan sang suami, Rully Anggi Akbar.

Fakta tersebut disampaikan setelah sidang kedua gugatan cerai yang digelar di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, pada Selasa (3/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh kuasa hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, kepada awak media. Ia membenarkan bahwa pasangan tersebut telah berpisah tempat tinggal.

Baca juga: Pembangunan SMPN 11 Pangkalpinang Dimulai setelah Lebaran 2026, Terima Siswa Tahun Ajaran 2027/2028

“Sejauh ini sih sudah enggak (tinggal satu atap), ya,” ujar Anselmus.

Meski membenarkan adanya pisah rumah, Anselmus enggan merinci sejak kapan kliennya dan Rully mulai tinggal terpisah. Ia juga tidak membeberkan secara detail alasan di balik keputusan tersebut karena telah masuk dalam materi pokok perkara.

“Intinya nanti terkait hal itu kami akan membawa bukti-bukti yang relevan di persidangan,” tambahnya.

Alasan Gugatan Cerai: Kurangnya Keterbukaan

Anselmus menjelaskan bahwa akar permasalahan yang mendorong Boiyen menggugat cerai berkaitan dengan kurangnya keterbukaan dalam rumah tangga. Menurutnya, Boiyen menginginkan pernikahan yang dibangun atas dasar komunikasi yang sehat dan kejujuran.

Kekecewaan tersebut disebut semakin mendalam setelah muncul berbagai isu hukum yang menyeret nama Rully di media sosial. Pihak Boiyen mengklaim bahwa isu-isu tersebut sebelumnya tidak diketahui oleh sang komedian.

“Klien kami ingin membangun fondasi rumah tangga yang saling terbuka dan komunikasi yang baik. Itu saja sebenarnya,” tegas Anselmus.

Sidang Kedua Kembali Ditunda

Sidang kedua yang seharusnya beragendakan panggilan ulang terpaksa kembali ditunda. Penyebabnya, pihak tergugat Rully Anggi Akbar beserta kuasa hukumnya tidak hadir dalam persidangan.

Majelis hakim pun menjadwalkan sidang lanjutan pada 24 Februari 2026. Apabila tergugat kembali mangkir, persidangan akan langsung dilanjutkan ke tahap pembuktian.

“Kalau nanti semua pihak hadir lengkap, akan dilanjutkan dengan mediasi. Namun jika tetap tidak hadir, sesuai arahan majelis hakim, persidangan akan langsung masuk ke agenda pembuktian,” jelas Anselmus.

Di tengah proses perceraian yang berlangsung saat usia pernikahan keduanya masih tergolong singkat, Boiyen disebut tetap berusaha bersikap profesional dalam pekerjaannya.

“Dia tetap profesional karena pekerjaannya adalah menghibur masyarakat,” pungkas Anselmus.

Sumber Kekayaan Rully Anggi Akbar

Nama Rully Anggi Akbar memang belum akrab di telinga publik. Berbeda dengan Boiyen yang kerap tampil di televisi, Rully lebih memilih menjaga privasi.

Akun Instagram pribadinya hanya berisi 16 unggahan, sebagian besar berupa foto lama dari periode 2020–2024.

Namun salah satu foto pentingnya memperlihatkan momen wisuda S3, di mana ia menuliskan bahwa dirinya merupakan lulusan Doktor Pariwisata UGM tahun 2022.

Dari latar pendidikan tersebut, muncul gambaran bahwa Rully bukan sosok sembarangan.

Ia memiliki fondasi akademis yang kuat dan selama bertahun-tahun aktif mengembangkan diri dalam dunia pendidikan serta industri pariwisata.

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, pria berusia 34 tahun ini telah berkecimpung sebagai akademisi sejak 2013. 

Ia tercatat sebagai dosen tetap di Politeknik Sahid Jakarta, sekaligus pernah menjadi dosen tamu di sejumlah kampus lain.

Fokus keilmuannya berada pada pariwisata dan hospitality, dua bidang yang sangat erat dengan kebutuhan industri modern.

Tak hanya berkutat di dunia akademik, Rully juga mencurahkan energinya pada dunia wirausaha. Ia menjalankan bisnis kuliner bernama Sateman Indonesia, sebuah rumah makan di Yogyakarta yang menyajikan aneka sate dengan berbagai bumbu dan konsep kekinian.

Usaha ini sudah berjalan cukup lama dan dikenal memiliki pelanggan loyal, terutama di kalangan pecinta kuliner Nusantara.

Dengan kombinasi sebagai akademisi, praktisi pariwisata, dan pengusaha kuliner, tak heran bila sumber penghasilan Rully terbilang beragam dan stabil.

Posisinya sebagai dosen tetap, ditambah bisnis kuliner yang berkembang, membuatnya memiliki fondasi finansial yang kuat.

Di luar pekerjaan, Rully dikenal memiliki hobi bertualang.

Dalam biodata profesionalnya, ia menuliskan bahwa sejak tahun 2016 ia sudah menjelajahi 36 provinsi di Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga telah mengunjungi lebih dari 23 negara, mulai dari Nepal, India, Filipina, hingga Jerman dan Belanda.

Kecintaannya pada perjalanan ini selaras dengan latar belakangnya sebagai akademisi pariwisata.

Pengalaman keliling dunia tersebut memperkaya wawasannya, sekaligus menjadi modal penting dalam menjalankan bisnis dan karier akademiknya.

(Tribun Manado/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.