Air Waduk Sei Jago Bintan Makin Menyusut, Dari Normalnya 3 Meter Kini 57 Cm
February 03, 2026 09:37 PM

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Waduk Sei Jago di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terancam kering.

Update per Selasa (3/2/2026), air makin menyusut.

Dari normalnya mencapai 3 meter, kini ketinggian air di waduk tersebut tinggal 57 centimeter.

Menyusutnya air waduk sudah terjadi satu bulan lebih atau selama musim kemarau melanda wilayah Bintan dan Tanjungpinang.

Penurunan air itu rata-rata sekitar 5 sentimeter per hari.

Kondisi ini berdampak signifikan terhadap pelayanan air bersih kepada pelanggan PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban.

Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, mengaku penurunan debit air membuat pihaknya harus putar otak.

Mereka terpaksa melakukan pengurangan jam distribusi air ke semua pelanggan.

"Kami terpaksa kurangi distribusi air, atau giliran. Hal ini agar ketersediaan air tetap terjaga," kata dia.

Hingga hari ini, pendistribusian air ke wilayah Tanjunguban Kota hanya dilakukan mulai sekitar pukul 04.00 WIB hingga 15.00 WIB. Padahal sebelumnya, aliran air dapat dinikmati pelanggan selama hampir 24 jam penuh.

Pengurangan distribusi dilakukan agar sekitar 2.960 pelanggan aktif PDAM di Tanjunguban tetap dapat terlayani di tengah kondisi kritis waduk.

Selain faktor musim kemarau, penyusutan air juga diperparah oleh kebocoran pada struktur waduk.

Upaya penanganan telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil signifikan.

“Kebocoran ini sudah lama terjadi. Kami sudah mencoba menahan aliran air agar tidak terbuang, tapi titik kebocoran justru meluas," kata dia.

Perbaikan dinding waduk juga sudah dilakukan, namun belum ada perubahan signifikan.

Persoalan ini telah dilaporkan ke pemerintah pusat dan Balai Wilayah Sungai (BWS). 

Namun karena aset waduk milik pemerintah provinsi, penanganan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Pihaknya berharap perbaikan waduk dapat segera dilakukan agar krisis air tidak berlarut-larut.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

"Mohon bagi pelanggan menggunakan air seperlunya agar pasokan bisa bertahan lebih lama,” pesannya.

Seorang pelanggan PDAM di Tanjunguban, Erik, mengeluhkan kualitas air yang dinilainya semakin keruh sejak musim kemarau.

“Airnya sangat keruh. Sudah disaring tetap keruh, jadi tangki air harus sering dibersihkan,” ujarnya.

Erik menilai kondisi air Waduk Sei Jago sudah kurang layak dijadikan sumber air baku, terutama saat musim kemarau.

Erik ingin PDAM Tirta Kepri dapat mencari alternatif sumber air lain.

"Barangkali bisa kerja sama dengan SPAM di Lobam yang air bakunya masih melimpah dan persoalan ini bisa diatasi," katanya.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.