TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rangkaian Natal Nasional 2025 resmi ditutup dengan Seminar Nasional 2026 yang menegaskan kembali peran keluarga sebagai fondasi persatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman.
Seminar yang digelar di UPH Lippo Village, Tangerang, Banten, Selasa (3/2/2026), diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, baik secara luring maupun daring melalui siaran langsung.
Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan L. Parapak, menekankan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan, termasuk pendidikan.
Baca juga: Perayaan Natal dan Kunci Taong Kawanua 2026 Teguhkan Iman dan Persaudaraan di Perantauan
“Melalui pendidikan, keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, nilai, dan iman,” ujar Jonathan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait selaku Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 menegaskan komitmen aksi nyata melalui bantuan sosial. Sepanjang rangkaian, panitia menyalurkan paket pendidikan, renovasi gereja, sembako, jembatan di Papua, hingga distribusi Alkitab. Pada puncak acara, lima unit ambulans diserahkan kepada lembaga lintas agama.
“Komitmen kami diwujudkan melalui berbagai inisiatif sosial yang berpihak pada kebenaran dan keadilan,” kata Maruarar.
Seminar menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto serta pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, James Riady.
Brian menegaskan pentingnya pendidik sebagai garda terdepan pembentukan SDM unggul. Sementara James menekankan bahwa bangsa kuat lahir dari keluarga kuat.
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit membuka kesempatan untuk pemulihan,” ujar James.
Koordinator Seminar Nasional, Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, menilai kampus sebagai ruang strategis untuk mendekatkan kembali nilai keluarga kepada generasi muda.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membicarakan nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan iman,” katanya.
Seminar Nasional 2026 meneguhkan keluarga sebagai perekat bangsa sekaligus menginspirasi generasi muda untuk membangun Indonesia dengan nilai kasih, iman, dan pendidikan.