Mahasiswa KKN Unimal Olah Limbah Organik Jadi Sabun Eco Enzyme
February 04, 2026 02:16 AM

SERAMBINEWS.COM, Aceh Utara - Kesadaran masyarakat Gampong Meunasah Pinto dalam pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari antusiasme puluhan ibu rumah tangga mengikuti edukasi pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar eco enzyme, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 08 Universitas Malikussaleh (Unimal) sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Ketua KKN Kelompok 08 Meunasah Pinto, Marvin Yuwanda, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam menangani limbah organik. Menurutnya, sampah dapur yang selama ini dibuang begitu saja sebenarnya memiliki nilai guna yang tinggi jika dikelola dengan tepat.

“Kami ingin mendorong masyarakat mengolah limbah organik menjadi produk fungsional dan ekonomis. Selain menekan biaya pengeluaran rumah tangga, inovasi ini juga mendukung penerapan gaya hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan,” ujar Marvin.

Dalam sesi edukasi, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar eco enzyme, manfaat ekologisnya, hingga potensinya dalam memenuhi kebutuhan sanitasi harian. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif agar prinsip sains di balik fermentasi limbah organik mudah diserap oleh warga.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga fokus pada praktik langsung (aplikatif). Sebanyak 34 peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan pembuatan sabun, mulai dari teknik pencampuran bahan, proses pengolahan, hingga pemahaman mengenai masa fermentasi yang menjadi kunci efektivitas produk.

Interaksi dua arah pun terbangun saat sesi tanya jawab. Para ibu rumah tangga tampak kritis menanyakan aspek teknis, seperti keunggulan sabun eco enzyme bagi kesehatan kulit keluarga dibandingkan sabun kimia, hingga cara penyimpanan agar produk tetap optimal dalam jangka panjang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unimal berharap masyarakat Meunasah Pinto dapat lebih mandiri dalam memproduksi kebutuhan rumah tangga secara kreatif sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan di tingkat gampong.

Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hasil pembelajaran, sabun cuci piring hasil praktik bersama dibagikan kepada seluruh peserta. Dengan demikian, warga tidak hanya membawa pulang ilmu baru, tetapi juga produk nyata yang dapat langsung digunakan untuk kebutuhan domestik.

Melalui kemandirian dalam memproduksi sabun eco enzyme sendiri, diharapkan masyarakat Meunasah Pinto dapat mengurangi ketergantungan pada produk kimia komersial sekaligus menjadi pelopor desa ramah lingkungan di Kecamatan Muara Batu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.