TRIBUNNEWS.COM - Konflik antara Cristiano Ronaldo dan Al Nassr semakin memanas, kini superstar asal Portugal itu dikabarkan semakin dekat dengan pintu keluar dari klub Liga Arab Saudi.
Ronaldo, yang bergabung dengan Al Nassr pada Januari 2023, kini dilaporkan tidak puas dengan manajemen klub, khususnya terkait kurangnya investasi di bursa transfer.
Drama ini mencapai puncak ketika Ronaldo menolak bermain dalam kemenangan 1-0 Al Nassr atas Al Riyadh pada Senin (2/2/2026) lalu, yang memicu spekulasi luas tentang masa depannya.
Menurut laporan dari Football365, keluarnya Ronaldo dari Al Nassr kini "lebih dekat dari sebelumnya," dengan klausul pelepasan sebesar 50 juta euro yang bisa diaktifkan pada musim panas mendatang.
Latar belakang konflik ini berakar dari ambisi Ronaldo yang tinggi untuk meraih trofi di Liga Arab Saudi.
Meskipun telah mencetak banyak gol dan menjadi ikon liga, Al Nassr gagal memenangkan Liga Arab Saudi atau Liga Champions Asia sejak kedatangannya.
Tahun lalu, Ronaldo sempat dikaitkan dengan kepindahan, tapi ia memperpanjang kontraknya hingga 2027.
Namun, ketidakpuasan muncul kembali. Ronaldo menentang rencana transfer Karim Benzema ke Al Hilal, yang berdampak pada tiga kesepakatan transfer Al Nassr yang gagal.
Ia merasa klub tidak cukup ambisius dalam merekrut pemain bintang, sementara rival seperti Al Hilal dan Al Ittihad mendapat dukungan lebih besar.
Aksi mogok main dari Ronaldo tersebut sebagai bentuk protes dirinya terhadap dewan klub.
Kejadian mogok bermain ini tentu bukan pertama kali dilakukan Ronaldo selama menjadi pemain profesional.
Pada 2022, ia meninggalkan Manchester United secara mutual consent setelah wawancara kontroversial dengan Piers Morgan, di mana ia mengkritik pelatih Erik ten Hag, keluarga Glazer, dan legenda klub.
Kini, di usia 41 tahun, Ronaldo masih haus akan kesuksesan.
Klausul pelepasan 50 juta euro, membuka peluang bagi klub-klub Eropa atau MLS untuk merekrutnya.
Baca juga: Drama Ngambek Cristiano Ronaldo Berbuntut Panjang, CR7 Berpotensi Hengkang dari Al Nassr
Namun, apakah ini berarti kembalinya ke Manchester United? Jawabannya tegasnya, tentu tidak.
Manchester United telah membuat keputusan "jelas" untuk tidak mengejar reuni dengan Ronaldo untuk kedua kalinya.
Berdasarkan laporan dari Football365, sebuah laporan internal dari klub melaporkan bahwa Manchester United sama sekali tidak berminat melakukan pembicaraan apa pun jika Ronaldo meninggalkan Al Nassr.
Fokus United kini pada pembangunan skuad jangka panjang, dengan prioritas merekrut calon superstar masa depan, bukan nama-nama besar dari masa lalu.
Meskipun ada laporan bahwa Ronaldo "dalam pembicaraan" dan bersedia melakukan "pengorbanan finansial" untuk kembali, United melihat ini sebagai bab yang sudah ditutup.
Analisis ini menekankan bahwa meskipun warisan Ronaldo di United—di mana ia mencetak 145 gol dalam dua periode—masih dihormati, itu tidak memengaruhi strategi rekrutmen saat ini.
Dampak dari konflik ini berpotensi luas. Bagi Al Nassr, kehilangan Ronaldo bisa merusak daya tarik Liga Arab Saudi, yang mengandalkan bintang seperti CR7 untuk ekspansi global.
Liga Arab Saudi telah berinvestasi miliaran, tapi ketidakpuasan Ronaldo menyoroti isu distribusi dana dan ambisi klub.
Bagi Ronaldo, opsi Eropa seperti Sporting Lisbon untuk pensiun romantis atau MLS untuk petualangan baru tampak lebih realistis daripada kembali ke United.
Namun, dengan kontrak tersisa hingga 2027 dan gaji fantastis, keputusan ini akan bergantung pada negosiasi klausul pelepasan.
Secara keseluruhan, konflik ini menandai babak baru dalam karir Ronaldo yang penuh drama.
Apakah ia bertahan di Al Nassr untuk mengejar trofi, atau pindah untuk tantangan akhir? Yang pasti, rumor kembalinya ke Manchester United tampaknya hanya isapan jempol belaka.
Menarik dinantikan, kelanjutan drama Ronaldo dengan Al Nassr tersebut.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)