Purbaya: Selama Saya Masih Jadi Menkeu, Pasar Modal akan Pulih dengan Sangat Kuat
February 04, 2026 06:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terjadi bukan merupakan kejatuhan pasar, melainkan hanya gejolak sementara.

Bendahara negara itu optimistis pasar saham Indonesia akan segera pulih dengan kuat.

"Ini bukan kejatuhan pasar, ini hanya kegelisahan sementara. Begitu mereka menyadari bahwa saya masih menjadi Menteri Keuangan, pasar akan pulih dengan sangat kuat, seperti hari ini," ujar Purbaya dalam acara IBC Indonesia Economic Summit 2026, Selasa (3/2/2026).

Purbaya pun berseloroh bahwa sebagai Menteri Keuangan dia memiliki kapasitas dan pemahaman yang baik menanggapi ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini.

Baca juga: IHSG Bangkit, Menguat 1,57 Persen ke 8.047 di Penutupan Sesi 1 Selasa 3 Februari

"Saya menteri yang baik, seorang ekonom yang mumpuni dengan pengetahuan yang cukup untuk menguasai kondisi ekonomi global yang tidak stabil saat ini," terangnya.

Di sisi lain, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir ekonomi Indonesia terus melambat hingga titik terendah terjadi pada Agustus 2025 lalu. Saat itu tekanan ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk meningkatnya pengangguran dan menurunnya daya beli. Hal ini menjadi alasan bahwa investor mulai khawatir dengan kondisi Indonesia.

Meski begitu, Purbaya menuturkan, dalam empat bulan terakhir, perekonomian Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih positif dan terus mengalami percepatan. Namun, pengalaman masa lalu membuat sebagian investor menilai pemulihan ekonomi masih rapuh.

"Pemerintah saat ini kemudian menunjuk saya sebagai Menteri Keuangan dan meminta saya mengubah arah ekonomi. Sekarang ekonomi bergerak ke arah yang benar dan terus berakselerasi," ucap Purbaya.

"Namun karena pengalaman masa lalu, mereka merasa pemulihan ekonomi Indonesia rapuh. Padahal setelah empat bulan perkembangan ekonomi berjalan, jelas bahwa pemulihan ini kuat dan akan semakin menguat," imbuhnya menegaskan.

Terkait isu transparansi pasar, Purbaya mengakui ketidaktransparanan telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu pemicu reaksi negatif pasar. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut sebagai momentum untuk melakukan pembenahan.

"Namun di negara kami, tingkat ketidaktransparanan itu sudah terlalu besar. Itulah yang memicu reaksi pasar. Namun ini hal yang normal," ucap Purbaya.

"Jika kita memperbaiki ketidaktransparanan, maka kita menghilangkan penyakit dari pasar. Kami akan memaksakan transparansi sehingga pelaku pasar kembali melihat fundamental ekonomi yang sebenarnya kuat karena kondisi ekonomi terus membaik," sambungnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2025).

Berdasarkan pantauan pada aplikasi RTI Business, IHSG naik 199,866 poin atau 2,52 persen ke 8.122,597

IHSG dibuka di level 7.888,771 dan bergerak di zona merah. Selama perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 7.712,348.

Pada perdagangan hari ini tercatat sebanyak 654 saham naik, 108 saham melemah, dan 56 saham lainnya stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 61.099 miliar saham.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 29,352 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3.273.812 kali.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut meningkat menjadi Rp 14.669 triliun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.