Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berdampak pada sejumlah fasilitas publik di wilayah Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, termasuk gedung sekolah.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDK Hikong di Desa Hikong, Kecamatan Talibura. Atap gedung sekolah mengalami kebocoran akibat material erupsi sehingga mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).
Melihat kondisi itu, Agustinus Adeodatus, anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menggunakan dana Pokok Pikiran (Pokir) miliknya pada Tahun Anggaran 2025 untuk merehabilitasi enam ruang kelas serta membangun pagar pengaman di SDK Hikong.
“Pembangunan ini menggunakan dana pokir saya Tahun Anggaran 2025,” terang Agustinus Adeodatus, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Alat Pembersih Alkes Puskesmas Beru Maumere Terbakar, Pasien dan Nakes Panik
Saat ini, proses pembangunan telah selesai dan kegiatan belajar mengajar di SDK Hikong kembali berjalan normal.
Sementara itu, Kepala SDK Hikong, Laurensius Laga, menyampaikan terima kasih atas kepedulian anggota DPRD Sikka tersebut terhadap dunia pendidikan.
Menurutnya, rehabilitasi gedung sekolah sangat membantu menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi siswa dan guru.
Baca juga: BMKG Ingatkan Dampak Bibit Siklon 98P terhadap Kondisi Cuaca dan Perairan di NTT
“Dengan adanya bangunan baru ini, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman,” ungkap Laurensius.
Hingga kini, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur masih berada pada status Level III (Siaga). (awk)