Awal Musim Panen, Harga Gabah di Abdya di Atas HPP
February 04, 2026 07:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia 
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 


SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sebagian petani di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah melakukan panen padi pada Musim Tanam (MT) Rendengan Tahun 2025/2026.

Pada MT Rendengan ini, petani Abdya menanam padi di lahan seluas 7.150 hektare, yang tersebar di sembilan kecamatan dalam wilayah kabupaten setempat.

Pada awal musim panen ini, harga gabah dibeli ditingkat petani melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp 6.500 per kilogram.

"Awal musim panen ini, harga gabah ditingkat petani melebihi HPP, yaitu Rp Rp 6.800 hingga Rp 7.200 per kilogram. Bisa jadi harga ini terus meningkat," kata Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, kepada Serambinews.com, Rabu (4/2/2026).

Hendri mengatakan, pada MT Rendengan ini, sebahagian besar petani Abdya menanam padi varietas inpari 32.

"Benih padi varietas inpari 32 ini merupakan bantuan dari pemerintah untuk petani pada MT Rendengan 2025/2026 ini," sebutnya.

Dari hasil peninjauan lapangan, kata Hendri, kondisi padi petani Abdya pada MT Rendengan yg lagi panen  ini sangat bagus.

Ia berkeyakinan, hasil panen tahun ini juga cukup maksimal dan memenuhi target.

"Perkiraan hasil panen padi pada MT Rendengan ini, Insya Allah mencapai target, yaitu 50 ribu ton. Angka ini sama dengan hasil produksi pada MT Gadu 2025," kata Hendri. 

Tidak Menjual Semua Hasil Panen

Di tengah harga gabah di atas HPP, Hendri, mengimbau kepada petani agar tidak menjual semua hasil panen mereka.

"Hasil panen jangan dijual semua. Tapi sisakan untuk kebutuhan pangan keluarga," ucap Hendri.

Saat ini, jelasnya, Abdya merupakan salah satu lumbung pangan Aceh dan penyangga pangan wilayah barat selatan Aceh.

Apalagi, sebutnya, pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, banyak lahan sawah di sejumlah kabupaten/kota tidak bisa difungsikan lagi.

"Kondisi ini juga sangat berpengaruh pada harga gabah nantinya. Oleh karenanya, kami meminta kepada petani agar menyisakan hasil panen untuk kebutuhan pangan keluarga," ujarnya.

Hendri menyebutkan, saat ini Perum Bulog Blangpidie belum berkewajiban membeli gabah, sebab harga ditingkat petani melebihi HPP.

"Jika nanti harga gabah di bawah HPP, maka Bulog berkewajiban membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram," ujarnya.

Ia mengatakan, batas panen pada MT Rendengan ini diperkirakan akan berakhir pada Maret 2026.

"Insya Allah, untuk MT Gadu 2026 akan kita laksanakan pada bulan April, kecuali Kecamatan Babahrot, karena mereka baru selesai tanam, sebab jaringan irigasi baru siap diperbaiki," kata Hendri.

Ia mengatakan, Pemerintah Abdya akan terus bekerja maksimal untuk membangun dan memperbaiki seluruh sarana dan prasarana sektor pertanian, sehingga produksi panen akan terus meningkat kedepannya," pungkas Hendri. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.