TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, membeberkan alasan timnya hanya merekrut satu pemain baru pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026.
Menurutnya, kedatangan Jop van der Avert difokuskan untuk menambal kekurangan paling mendesak di sektor pertahanan.
Van Gastel menilai PSIM mengalami krisis bek tengah dalam beberapa pertandingan terakhir, yang membuat tim harus melakukan penyesuaian darurat di lini belakang.
“Kami kekurangan bek. Anda bisa lihat saat melawan Persebaya, saya mengakhiri laga dengan Rahmatsho dan Rio Hardiawan sebagai bek tengah. Kami kebobolan, dan saya tidak menyalahkan mereka, karena itu bukan zona nyaman mereka,” ujar Van Gastel, Rabu (4/2/2026).
Ia mengapresiasi pengorbanan para pemain yang bersedia tampil di luar posisi asli demi kepentingan tim, namun mengakui kondisi tersebut membuat PSIM berada dalam situasi rentan.
“Mereka melakukannya demi tim, dan saya sangat berterima kasih. Tapi saya tahu kami menjadi rentan,” lanjutnya.
Van Gastel juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PSIM yang dinilainya responsif terhadap kebutuhan tim.
Ia mengungkapkan bahwa klub telah melakukan penyesuaian dengan meminjamkan beberapa pemain demi menciptakan ruang anggaran.
“Saya bersyukur manajemen melihat masalah kami. Kami meminjamkan beberapa pemain untuk menciptakan anggaran, dan semoga para investor juga membantu sehingga kami bisa melakukan sesuatu,” katanya.
Selain soal pertahanan, Van Gastel turut menjawab pertanyaan terkait kemungkinan perubahan skema permainan dengan memainkan dua striker.
Ia menegaskan tidak berencana mengubah pendekatan tersebut dalam waktu dekat. Terdekat PSIM akan menjajal Persis Solo dalam laga bertajuk Derby Mataram.
Duel kedua tim akan tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026) sore.
“Saya tidak memulai dengan dua striker,” tegasnya, sekaligus menandai bahwa Nermin Haljeta masih menjadi pilihan utama sebagai penyerang tunggal PSIM.
Saat disinggung alasan PSIM tidak menambah pemain di lini depan, Van Gastel secara terbuka mengakui keterbatasan finansial menjadi faktor utama.
“Tidak ada anggaran. Jika Anda ingin membeli ‘gol’, Anda harus punya anggaran, dan kami tidak memilikinya. Sesederhana itu,” ucap pelatih asal Belanda tersebut.
Meski demikian, Van Gastel menegaskan PSIM tetap mampu bersaing di tengah keterbatasan, bahkan masih bertahan di papan tengah klasemen sementara.
“Kami bukan Persib, kami bukan Persija. Tapi kami masih berada di posisi ketujuh klasemen,” pungkasnya.