BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Pengurus Provinsi (Pengprov) Orado Kalimantan Selatan menggelar Training Referee sebagai bagian dari program pembinaan dan standarisasi perwasitan domino.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 4-5 Februari 2026, di Aula Lantai 4 Gedung Batas Kota Banjarmasin.
Training referee tersebut merupakan bagian dari agenda nasional Pengurus Besar (PB) Orado dalam menyiapkan perangkat pertandingan berlisensi, seiring rencana digulirkannya kompetisi domino berjenjang di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Teknik dan Wasit PB Orado, Isra Prasetya Idris, mengatakan Kalimantan Selatan menjadi provinsi kelima yang melaksanakan training referee tingkat nasional.
“Hari ini kami memulai training referee untuk provinsi kelima. Sebelumnya sudah dilaksanakan di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan sekarang Kalimantan Selatan,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Dia menilai antusiasme peserta di Kalimantan Selatan terbilang tinggi. Sekitar 30 peserta ambil bagian dalam pelatihan tersebut dan jumlahnya masih berpotensi bertambah.
“Antusiasme Kalimantan Selatan sangat tinggi. Pesertanya cukup banyak dan semangatnya luar biasa. Ini menunjukkan Orado di Kalsel berkembang positif,” jelasnya.
Isra menegaskan, training referee menjadi fondasi penting sebelum kompetisi resmi digelar. Pasalnya, Orado akan menerapkan sistem wasit berlisensi dalam setiap kejuaraan.
“Ke depan Orado akan melaksanakan kompetisi berjenjang. Dari pelatihan ini akan lahir referee Orado berlisensi, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional,” katanya.
Menurutnya, keberadaan wasit berlisensi menjadi kunci profesionalisme domino sebagai cabang olahraga prestasi.
“Kalau semua peserta lulus, Kalimantan Selatan akan memiliki stok referee yang cukup untuk menggelar kejuaraan berjenjang, dari pengcab, kejurprov, sampai kejurnas,” tambahnya.
Sistem kompetisi Orado nantinya akan dibagi ke dalam dua kategori, yakni junior (U-18) dan senior (usia umum).
“Junior di bawah 18 tahun, senior usia umum tanpa batasan. Tujuan akhirnya tentu melahirkan atlet domino berprestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Orado Kalimantan Selatan, M Rizwan Arifin, menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem domino di daerah.
“Peserta dibekali regulasi dan peraturan resmi PB Orado secara nasional. Bekal ini harus dibawa ke daerah masing-masing untuk disosialisasikan ke sekolah dan masyarakat,” ujarnya.
Rizwan menargetkan agenda kompetisi daerah dapat segera berjalan sesuai roadmap pembinaan atlet.
“Target kami setelah Lebaran sudah mulai kejurda, lanjut ke kejurprov, karena akhir April kemungkinan kita ikut kejurnas. Dengan antusiasme hari ini, saya optimistis target itu tercapai,” ucapnya.
Saat ini, Orado Kalimantan Selatan telah memiliki kepengurusan aktif di 10 kabupaten/kota. Sementara tiga daerah lainnya masih dalam proses pembentukan. “Yang aktif sudah 10 kabupaten/kota, tiga lagi masih proses,” katanya.
Melalui training referee ini, Orado Kalsel menegaskan komitmennya membangun domino sebagai cabang olahraga prestasi dengan sistem kompetisi berjenjang, wasit berlisensi, serta pembinaan atlet yang terstruktur dari daerah hingga nasional. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)