SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus wakaf yang peduli terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda Aceh.
Sebanyak 397 mahasiswa baru resmi ditetapkan sebagai penerima beasiswa internal universitas untuk tahun akademik ini. Di mana anggaran seluruhnya mencapai Rp 12,7 miliar.
Langkah ini diambil guna menjamin akses pendidikan tinggi, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena kendala biaya. Peluncuran beasiswa internal kampus ditandai dengan menyerahkan SK kepada perwakilan penerima beasiswa dalam pertemuan di ruang rapat kampus, Rabu (4/2/2025).
Amatan Serambi, tujuh perwakilan mahasiswa dari masing-masing fakultas hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mendengarkan penjelasan menyangkut sumber dana bantuan beasiswa.
Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd mengatakan, Umuslim mengusulkan sekitar 1.000 mahasiswa baru untuk mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Namun, dalam perjalanan tidak semua tertampung bantuan pemerintah pusat.
“Mereka sudah diajukan mendapatkan beasiswa KIP. Akibat keterbatasan anggaran pemerintah pusat, maka ada 400 lebih usulan tidak tertampung. Karena itulah, yayasan melalui kampus memberikan beasiswa internal,” ujarnya.
Setiap mahasiswa penerima akan mendapatkan bantuan biaya SPP sebesar Rp 4.000.000 per semester sebagai uang kuliah dan pembangunan.
Bantuan ini diberikan secara konsisten selama delapan semester penuh atau hingga masa studi normal berakhir. Jika dikalkulasikan, maka Universitas Almuslim harus menggelontorkan dana sebesar Rp 1.588.000.000 setiap semesternya. Sehingga secara akumulatif, total investasi pendidikan yang disiapkan kampus kebanggaan masyarakat Bireuen ini mencapai Rp 12,7 miliar.
Rektor menambahkan, penyaluran beasiswa ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, dan berdaya saing global.
"Umuslim berkomitmen memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan. Beasiswa internal ini adalah bentuk keberpihakan kampus agar mahasiswa dapat fokus belajar, berprestasi, dan lulus tepat waktu," ujarnya.
Ketua Pembina yayasan Almuslim, Rusydi Mukhtar dalam pertemuan tersebut menambahkan, mahasiswa penerima bantuan beasiswa internal kampus sangat mulia. Karena, biaya yang diberikan adalah dari internal adalah dari wakaf. Ialah beda dengan KIP Kuliah di mana bersumber pendapatan APBN atau pendapatan negara walaupun ada dari pajak. Beasiswa internal memang tidak ada uang saku, hanya uang kuliah dan biaya pembangunan Rp 4 juta.
Yayasan memberikan beasiswa adalah amanat dari pewakaf. Pengembangan dan perolehan dari wakaf diberikan kepada pendidik atau dosen berupa gaji, dan kedua kepada peserta didik atau mahasiswa yang butuh biaya atau mahasiswa kurang mampu.(yus)
Proses Seleksi
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Umuslim, Dr drh Zulfikar MSi menjelaskan, sebanyak 397 mahasiswa yang terpilih tersebut melalui proses seleksi yang sangat ketat, objektif, dan transparan. Nama mereka sebenarnya sudah diajukan untuk mendapatkan beasiswa KIP Kuliah. Hanya saja, keterbatasan anggaran mereka tidak mendapatkannya.
Menurut Zulfikar, kriteria penilaian tidak hanya didasarkan pada prestasi akademik saja. Akan tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, serta keaktifan atau partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus.
“Dengan adanya program ini, Universitas Almuslim berharap dapat terus melahirkan lulusan yang kompetitif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” tutur Zulfikar.(yus)