Bullying di Bone, Korban Trauma Meski Sudah Berdamai
February 05, 2026 11:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Kasus dugaan bullying kembali terjadi di lingkungan sekolah.

Kali ini menimpa seorang siswi SMAN 1 Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), AAL (16), yang sempat pingsan usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh temannya sendiri.

Meski begitu, pihak sekolah menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai.

Peristiwa terjadi di pekarangan sekolah pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 15.35 Wita.

AAL dilaporkan pingsan setelah diduga diinjak-injak oleh temannya saat berebut matras.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bone, Muhdar, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menyebut kejadian berawal dari aktivitas bermain antar siswa yang kemudian memicu keributan.

“Iya benar ada kasus bully. Awalnya itu main-main ji, berebut matras. Tapi karena yang laki-laki lebih kuat, digulung i lalu ditindis. Di situ makanya korban sampai harus dibawa ke rumah sakit,” ungkap Muhdar, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, kedua orangtua siswa telah bertemu dan menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan.

“Sudah damai. Orangtua pelaku bertanggung jawab biaya pengobatan dan bahkan mengantar pulang korban sambil meminta maaf. Jadi sudah selesai secara internal,” tambahnya.

Terpisah, orangtua AAL, Andi Syafri, menyebut putrinya awalnya dilaporkan mengalami kesurupan sebelum akhirnya diketahui bahwa ia menjadi korban bullying.

“Awalnya temannya telepon bilang anakku kesurupan. Tapi pas saya masuk kelasnya, saya dibisiki oleh temannya kalau ternyata anakku dibully. Injak-injak sampai pingsan,” beber Syafri.

AAL kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Menurut dokter, korban sempat mengalami trauma dan kelelahan fisik. Setelah mendapatkan perawatan, AAL kini telah dipulangkan.

“Alhamdulillah sudah keluar dari rumah sakit kemarin malam. Tapi masih harus istirahat karena sempat kaget dan trauma,” tuturnya.

Meski telah berdamai, Syafri berharap pihak sekolah mengambil langkah tegas agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Saya menghargai itikad baik orangtua pelaku. Tapi kejadian ini tidak boleh terulang lagi. Harus ada pembinaan dari sekolah,” tandasnya.

Bullying adalah tindakan perundungan.

Ada perilaku agresif  secara sengaja dan berulang untuk menyakiti, menekan, atau mempermalukan orang lain.

Perundungan biasanya terjadi karena ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.

Jangan dicontoh yah.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.