Diterpa Hujan Deras Semalaman, 40 Rumah di Desa Ulak Pandan Kabupaten OKU Terendam Banjir
February 05, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, BATURAJA– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), sejak Rabu (4/2/2026) malam hingga Kamis (5/2/2026) dini hari mengakibatkan banjir di Desa Ulak Pandan. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat sempat terganggu.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, sedikitnya 40 rumah warga yang dihuni sekitar 160 jiwa terdampak banjir.

Selain merendam permukiman, genangan air juga sempat menutup ruas Jalan Lintas Sumatera sepanjang kurang lebih 100 meter, sehingga arus lalu lintas terganggu.

Salah satu warga Desa Ulak Pandan, Yulius Saputra (44), menuturkan hujan mulai turun sejak sore hari dan semakin deras menjelang malam. Air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 23.00 WIB.

“Air mulai naik menjelang tengah malam. Karena warga sudah trauma pernah kebanjiran, banyak yang langsung mengemasi barang-barang dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Yulius kepada Sripoku.com, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan, sepanjang malam warga berjaga-jaga sambil memantau ketinggian air. Barang-barang rumah tangga seperti perabot, elektronik, dan dokumen penting dinaikkan ke atas meja maupun tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

“Malam itu hujannya deras sekali. Pokoknya barang-barang langsung kami naikkan semua,” katanya.

Menurut Yulius, banjir disebabkan meluapnya anak Sungai Palak Khuse yang berada di bagian utara Desa Ulak Pandan.

Meski air masuk ke rumah warga, kondisi banjir kali ini relatif tenang dengan ketinggian air hanya sebatas mata kaki orang dewasa.

“Alhamdulillah airnya tidak terlalu tinggi dan pagi hari sudah mulai surut,” tambahnya.

Memasuki pagi hari, genangan air berangsur surut. Warga pun langsung bergotong royong membersihkan lumpur dan sisa-sisa material yang terbawa banjir dari dalam rumah dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala BPBD OKU Drs Januar Effendi, M.I.Kom, didampingi Manager Pusdalops BPBD OKU Gunafi, membenarkan peristiwa banjir tersebut. Ia mengatakan banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Semidang Aji selama berjam-jam.

“Banjir ini merupakan dampak dari meluapnya anak-anak sungai setelah hujan sangat lebat mengguyur wilayah Kecamatan Semidang Aji mulai pukul 23.00 WIB hingga dini hari,” jelas Januar.

Ia menyebutkan, tinggi muka air (TMA) di lokasi banjir berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter. Meski sempat mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa. Saat ini air sudah surut, aktivitas warga kembali normal, dan jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” tegasnya.

Dalam penanganan banjir, BPBD OKU langsung berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, aparatur kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat. Tim gabungan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pendataan warga terdampak, serta membantu proses pembersihan rumah warga.

Selain itu, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD OKU melakukan pemantauan cuaca dan kondisi sungai selama 1x24 jam. Pemantauan juga difokuskan pada Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

“Pusdalops terus memantau kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai serta menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat dan instansi terkait,” ujar Januar.

Hingga Kamis siang, kondisi di Desa Ulak Pandan dilaporkan sudah kondusif. Warga kembali beraktivitas seperti biasa, sementara tim gabungan masih siaga di lokasi untuk memastikan tidak ada banjir susulan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.