SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta memperkenalkan kehadiran sosok pelatih senior Iwan Setiawan dan pelatih kiper Gary Anggrana pada TC (Training Camp) Sriwijaya FC di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026) kemarin.
"Iya kita bersama jajaran bantuan coach. Ada coach Iwan Setiawan eks Persija, Borneo, Persebaya. Masih membantu, nanti diumumkan official. Kalau coach Gary Anggrana beliau sudah fiks pelatih kiper Sriwijaya FC," ungkap Anggoro Prajesta kepada Sripoku.com.
Sebelumnya, Anggoro Prajesta yang juga CEO PT Digi Sport Asia mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi pelatih Sriwijaya FC jelang digulirkannya putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26.
"Kami lagi evaluasi. Ya bisa aja tiba-tiba nanti ada pelatih baru. Bisa iya bisa gak," ungkap Anggoro Prajesta menjawab kabar Sriwijaya FC mendatangkan pelatih baru pada gelaran TC di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).
Anggoro Prajesta yang kesehariannya berprofesi sebagai advokat mengaku memiliki komunikasi yang baik dengan head coach Sriwijaya FC Budi Sudarsono.
"Gimanapun juga beliau sahabat sayalah. Betul (bersedia sampai akhir kompetisi). Cuma saya sebagai orang yang mengajak beliau, saya punya tuntutan moril di hati sayalah. Saya berpikir supaya semuanya baiklah. Baik bagi coach Budi, mungkin bagi klub Sriwijaya FC. Saya mikirkan banyak hal," kata Anggoro.
Anggoro tak menampik bakal ada pelatih anyar Sriwijaya FC yang bakal menggantikan posisi Budi Sudarsono dan pelatih kiper yang mengisi kekosongan pasca ditinggalkan coach Budi Setiawan.
"Sampai ada pengumuman resmilah. Nanti tahu sendirilah. Pokoknya akan ada bantuan tim pelatih. Tunggu official statement aja. Jangan mendahului resminya. Pelatih kiper juga Insya Allah ada besok. Kan kita udah lama gak ada pelatih kiper. Ini semua bantuanlah. Pelatih bantuan, pemain bantuan," terangnya.
Anggoro yang kesehariannya juga berprofesi sebagai advokat mengatakan nantinya bakal mengumumkan secara resmi pelatih anyar Sriwijaya FC tersebut.
"Saya sudah komunikasi dengan coach Budi. Coach Budi sahabat sayaa, saya yang bawa coach Budi ke Sriwijaya FC. Saya punya beban morillah dengan coach Budi dengan kondisi kayak begini. Terlepas nantinya kita mau udahan atau gimana, nantilah. Itu kan harus secara resmi dulu," pungkasnya.
Sebelumnya, pelatih kepala Sriwijaya FC Budi Sudarsono mengaku tengah menantikan kelanjutan Elang Andalas yang dikabarkan telah memiliki investor barunya.
"Saya belum lihat itu jadwalnya (pertandingan putaran ketiga). Sebenarnya di samping jadwal, kita mau lihat gimana nih kelanjutan Sriwijaya FC untuk investor ini katanya ada investor baru," ungkap head coach Budi Sudarsono kepada Sripoku.com, Selasa (3/2/2026).
Pelatih kelahiran Kediri, 19 September 1979 mendapat informasi Sriwjaya FC bakal menggelar TC (Training Camp) di Sawangan, Depok, Jawa Barat dan mendatangkan pelatih baru.
"Ada yang bilang ini Sriwijaya FC mau TC di Sawangan. Saya kurang tahu juga ini. Yang katanya investor baru, pelatihnya baru," kata mantan striker Timnas Indonesia yang dijuluki Ular Piton.
Pelatih yang akrab disapa Budigol ini mengatakan tak mempermasalahkan manajemen Sriwijaya FC yang sekarang ini merekrut pelatih anyar, hanya saja ia berharap tunggakan kewajiban hendakannya diselesaikan terlebih dahulu.
"Kalau saya sih silahkan aja gak masalah. Yang penting dia punya tunggakan yang harus diberesin. Saya kurang tahu, makanya saya tunggu dari manajemen Sriwijaya FC bagaimana nih selanjutnya kedepan. Yang penting itu," kata Budi Sudarsono yang pernah menjadi penggawa Laskar Wong Kito musim kompetisi Liga 1 2009/10.
Profil Coach Iwan Setiawan
Coach Iwan Setiawan atau biasa disapa Iwan adalah sosok pelatih yang cukup dikenal masyarakat Indonesia karena sering kali menebar psywar sebelum pertandingan dimulai. Perkataannya tak jarang memancing emosi pelatih, pemain, dan pendukung tim lawan.
Sebelum menjadi pelatih, Iwan adalah seorang pemain sepakbola profesional. Ia mengawali karier profesionalnya saat berusia 19 tahun bersama Pelita Jaya pada 1987. Setelah itu, ia ke Arseto Solo, Persija Jakarta.
Sedangkan bersama Timnas Indonesia, pria kelahiran Medan, 5 Juli 1968 ini mulai bergabung dari Timnas U-16, Timnas U-19 hingga Timnas Senior.
Setelah itu ia memutuskan untuk pensiun dan menjadi pelatih. Ilmu kepelatihannya terus dikejar dan dipelajari. Iwan mendapatkan lisensi C dan B AFC tahun 1997.
Pelatih berlisensi AFC Pro tercatat terakhir sebagai pelatih Persema Malang. Beberapa klub telah disinggahinya yakni Persibo Bojonegoro, PSBL Langsa, Persibo, PS Siak, Serpong City FC, Persela, Borneo FC, Persela, Pusamania Borneo, Persija, Persijatim Solo, PSMS, Persibom, Timnas U23 2004/05, PSBL Langsa (Dirtek), Persekaba,
Persijatim Solo, Persija, Persikabo, Persija Youth.
Persija Junior menjadi klub profesional pertamanya ia latih. Setelah itu, ia mulai malang melintang melatih beberapa klub liga Indonesia, seperti Persikabo, Persija Jakarta, Persijatim Solo, Persibom, PSMS Medan, Persebaya Surabaya.
Di tengah kepelatihannya bersama klub-klub, ia diminta menangani Timnas junior Indonesia. Iwan berhasil membawa Timnas Indonesia U-14 menjuarai Piala Asia Pasifik pada 2004.
Nama Iwan di ajang kompetisi Indonesia makin terkenal akan sikap kontroversinya. Atas sikapnya itu ia dijuluki Jose Mourinho-nya Indonesia.
Pada awal musim 2017, ia ditunjuk untuk menangani Persebaya dalam mengarungi kompetisi Liga 2.
Baca juga: Sriwijaya FC di Ambang Pergantian Pelatih: Anggoro Prajesta Buka Suara
Bukan Iwan namanya jika tidak ada kontrovesi, saat itu ia terlibat permusuhan bersama salah satu suporter besar Indonesia, Bonek. Para suporter fanatik meminta Iwan mundur akibat beberapa hasil yang tidak memuaskan, keluarlah teriakan "Iwan Out! Iwan Out", sontak emosi Iwan terpancing dan mengacungkan jari tengah.
Tidak berselang lama Iwan meminta maaf kepada Bonek atas tindakannya tersebut dan Manajemen klub menghukumnya dengan larangan mendampingi timnya dalam satu laga dan denda uang. Tak lama kemudian Iwan akhirnya resmi dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Persebaya Surabaya.
Tak butuh lama, pada Agustus 2017, Iwan resmi ditunjuk kembali untuk melatih Borneo FC, klub yang pernah ia tangani. Ia dikontrak sampai akhir musim Liga 1 2017. Sebelumnya, ia pernah membawa Borneo juara Divisi Utama 2014 dan Piala Gubernur Kaltim 2016.