selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melakukan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang kerap mengalami genangan saat musim hujan.
Upaya ini dilakukan melalui metode overlay atau pelapisan ulang permukaan jalan, selain normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas drainase.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Dedy Purwito, mengatakan peningkatan jalan menjadi bagian dari strategi mengurangi genangan di kawasan rawan.
“Ada beberapa lokasi jalan yang nanti akan kita tingkatkan dengan overlay dalam rangka pengurangan genangan,” jelasnya, Kamis (5/2/2026).
Sejumlah titik disebut telah masuk prioritas, di antaranya Tenggilis Mejoyo yang kerap terjadi genangan, serta Ngagel Madya di depan Sekolah Santa Clara.
Kawasan Surabaya Utara juga menjadi perhatian, khususnya wilayah Perak seperti Teluk Bayur dan Teluk Nibung.
Namun demikian, efektivitas overlay dalam mengatasi genangan masih menjadi perhatian publik. Pasalnya, genangan di sejumlah ruas jalan kerap terjadi berulang setiap musim hujan, meski perbaikan telah dilakukan sebelumnya.
Dedy menjelaskan, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, pihaknya memprioritaskan perbaikan jalan berlubang yang jumlahnya meningkat saat puncak musim hujan.
“Memang di Desember sampai Januari fokus kami perbaikan jalan berlubang karena curah hujan tinggi,” katanya.
Dedy mengatakan bahwa laporan kerusakan jalan dipantau setiap hari dengan target penanganan maksimal 1x24 jam. Dalam sehari, perbaikan disebut bisa menjangkau hingga 70 titik.
Untuk percepatan penanganan, DSDABM mengerahkan Satgas Jalan yang dibagi dalam sembilan kelompok mobile, masing-masing beranggotakan sekitar 9–10 personel.
Selain itu, terdapat Unit Reaksi Cepat (URC) yang diklaim siap merespons laporan kerusakan jalan.
Laporan masyarakat dapat disampaikan melalui berbagai kanal, mulai dari aplikasi WargaKu, aplikasi internal Sigap Jalan, perangkat kelurahan dan kecamatan, media sosial resmi Pemkot, hingga layanan darurat Command Center 112.