Populer Manado: Jadwal Akad Nikah Massal, FPT 71 Kandidat Ketua PAC PDIP, Keluhan Pedagang Pasar
February 05, 2026 03:22 PM

Mulai dari rencana pelaksanaan akad nikah massal yang disiapkan Pemprov Sulut pada Juni 2026, proses seleksi 71 kandidat calon Ketua PAC PDI Perjuangan Manado, hingga keluhan pedagang Pasar Pinasungkulan Karombasan yang resah akibat aksi tawuran anak muda di area pasar.

Simak selengkapnya.

1. Jadwal Akad Nikah Massal di Sulawesi Utara 2026, Siapkan Diri untuk Mendaftar

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan program akad nikah massal dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Persiapan pelaksanaan kini tengah dimatangkan melalui koordinasi lintas instansi.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah (Dukcapil KB) Provinsi Sulawesi Utara bersama Staf Khusus Gubernur Bidang Kependudukan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (4/2/2026) di Kantor Kanwil Kemenag Sulut, Manado.

Kadisdukcapil Sulut Christodharma Sondakh mengatakan, pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis pelaksanaan, mulai dari pendataan calon peserta, kesiapan petugas Kantor Urusan Agama (KUA), hingga sinkronisasi layanan administrasi kependudukan setelah pernikahan.

Menurutnya, akad nikah massal menjadi langkah strategis untuk mendorong tertib administrasi kependudukan serta memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri yang belum tercatat secara resmi.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulawesi Utara Ulyas Taha menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan kegiatan melalui peran KUA, baik dalam proses pencatatan maupun pelaksanaan akad nikah sesuai ketentuan agama dan peraturan perundang-undangan.

Hasil koordinasi tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan, penetapan lokasi kegiatan, serta mekanisme pendaftaran peserta menjelang pelaksanaan pada Juni 2026.

Baca selengkapnya

2. 71 Kandidat Calon Ketua PAC PDIP Manado Ikut FPT, Sebagian Anggota DPRD

Tahapan pemilihan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di 11 kecamatan wilayah Kota Manado tengah berlangsung.

Para kandidat mengikuti Fit and Proper Test (FPT) dan wawancara di Kantor DPC PDIP Manado, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (4/2/2026).

Sebanyak 71 peserta mengikuti seleksi tersebut, termasuk sejumlah anggota DPRD Manado seperti Herry Kolondam, Elryc Mosal, Florens Panukelan, Keiko Pangemanan, Jeane Sumilat, Venny Nangka dan Vanda Pinontoan.

Para peserta tampak serius mengikuti tahapan seleksi yang menjadi bagian dari proses penjaringan calon Ketua PAC.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado Richard Sualang melalui Sekretaris Jeffry “Topa” Polii mengatakan, tahapan selanjutnya adalah pengumuman hasil yang dijadwalkan pada Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, tes psikologi melibatkan dua psikolog dari Himpunan Psikologi Seluruh Indonesia (HIPSI) Sulut dan dilakukan sesuai aturan serta kriteria partai.

Menurutnya, seluruh hasil seleksi akan diserahkan ke DPD PDI Perjuangan Sulut untuk diplenokan, kemudian dikembalikan ke DPC guna pelaksanaan musyawarah anak cabang dalam rangka pembacaan rekomendasi dan penyusunan struktur lengkap PAC PDI Perjuangan yang baru.

Pelaksanaan seleksi tersebut juga dipantau langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Manado dr Richard Sualang bersama sejumlah pengurus, di antaranya Ferry Sangian, Jimmy Gosal, Kiki Tamara, Marko Tampi, Stenly Tamo, Allen Rantebua, Victor Golung, Steiven Zeekeon, Jun Najoan dan Lita Manday.

Baca selengkapnya

3. Pedagang Keluhkan Pasar Pinasungkulan Kerap Dijadikan Arena Tawuran Anak Muda, 'Tolonglah Polisi'

Kenyamanan pedagang di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, terusik akibat aksi tawuran yang beberapa hari terakhir terjadi di area pasar.

Kondisi tersebut membuat pedagang merasa khawatir, terutama saat berjualan pada malam hari.

Tribun Manado yang mengunjungi lokasi pada Rabu (4/2/2026) siang mendapati aktivitas pasar masih berlangsung seperti biasa dan suasana terpantau ramai meski cuaca cukup panas.

Namun, sejumlah pedagang mengaku resah karena pasar kerap dijadikan arena tawuran oleh sekelompok anak muda.

Santi, salah satu pedagang, mengaku mulai merasa tidak nyaman berjualan karena tawuran disebut sering terjadi dan melibatkan senjata tajam.

Ia khawatir keselamatan anaknya yang kerap menjemput pada malam atau subuh hari di area pasar.

Keluhan serupa disampaikan Jordan (40), pedagang lainnya. Ia menilai aksi tawuran membuat pembeli merasa tidak aman sehingga berdampak pada menurunnya jumlah pelanggan dan penghasilan pedagang.

Warga pun disebut mulai enggan berbelanja, khususnya pada malam hari.

Para pedagang berharap pemerintah dan pihak kepolisian dapat mengambil langkah tegas serta menyelesaikan permasalahan hingga ke akar penyebabnya agar aktivitas jual beli di Pasar Pinasungkulan kembali aman dan nyaman.

Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.