Terungkap, Penyebab Anak Bakar Rumah di Pati: Ayah Lagi Berduaan dengan Wanita Bukan Ibunya
February 05, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Polisi akhirnya mengungkap motif di balik aksi nekat seorang pria berinisial K (43) yang membakar rumah bapak kandungnya, Sapin (67), di Dukuh Pohlandak, Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.

Aksi pembakaran tersebut dilakukan K pada Rabu (4/2/2026) siang.

Kapolsek Jaken, AKP Warsono mengungkapkan, motif di balik tindakan anarkis tersebut dipicu oleh konflik internal keluarga yang sudah lama terjadi.

AKP Warsono menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari kekecewaan terduga pelaku karena dilarang menempati rumah tersebut oleh sang ayah.

Baca juga: Polisi Selidiki Pemicu Anak Bakar Rumah Ayahnya di Pati, Diawali Cekcok

• Tragedi Anak Bakar Rumah Orangtuanya di Sumberagung Pati, Ini Pemicunya

"Intinya diawali dari cekcok dalam rumah tangga antara bapak dan anak."

"Si anak mau ikut menempati rumah tersebut, namun tidak diperkenankan oleh ayahnya," ujar AKP Warsono kepada TribunJateng.com, Kamis (5/2/2026).

Bahkan, ada informasi pula bahwa ibunda dari terduga pelaku atau istri sah Sapin juga diusir dari rumah tersebut. 

Ketegangan memuncak saat adik K, Sutikah, yang tinggal di desa tetangga datang ke rumah Sapin untuk mengantarkan makanan.

Di sana, dia mendapati keberadaan seorang perempuan lain, bukan ibunya. 

PADAMKAN API - Petugas Damkar, polisi, dan warga bergotong-royong memadamkan api yang membakar rumah Sapin (67) di Dukuh Pohlandak, Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/2/2026) pukul 11.30 WIB. Dok Polsek Jakenan
PADAMKAN API - Petugas Damkar, polisi, dan warga bergotong-royong memadamkan api yang membakar rumah Sapin (67) di Dukuh Pohlandak, Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/2/2026) pukul 11.30 WIB. Dok Polsek Jakenan (IST)

Saat menanyakan perihal perempuan tersebut kepada Sapin, Sutikah justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan diusir dari rumah.

"Sutikah kemudian mengadu kepada kakaknya, si K ini."

"Datanglah terduga pelaku ke rumah bapaknya dan terjadi cekcok di situ," lanjut AKP Warsono. 

Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian menyiramkan bensin ke arah kasur dan menyulutnya menggunakan korek hingga api cepat merambat ke seluruh bangunan rumah yang berkonstruksi kayu.

Dua rumah limasan pun langsung ludes, rata dengan tanah.

Baca juga: Bulog Gelontorkan Minyakita di Pati, Hanik: Jadi Penyelamat Dompet Warga

• Buron 10 Tahun, Ini Wajah Hengky Penipu Rp566 Juta, Ditangkap Rabu Malam di Solo

Terkait status kepemilikan rumah, AKP Warsono menyebutkan adanya informasi bahwa tanah tempat berdirinya rumah tersebut merupakan warisan dari ayah mertua korban, atau bapak dari istrinya. 

Namun Sapin diketahui berkontribusi membangun dan merenovasi bangunan rumah.

Meski K telah menyerahkan diri dan mengakui melakukan aksi pembakaran, pihak kepolisian hingga saat ini belum melakukan penahanan terhadapnya karena proses pemeriksaan masih berjalan. 

Polisi juga mengupayakan langkah mediasi. Mengingat, pelaku dan korban adalah keluarga inti.

"Kami sudah tawarkan untuk mediasi karena ini masalah keluarga. Namun dari pihak bapak kandungnya sementara ini belum berkenan."

"Kami akan lihat perkembangannya, barangkali nanti bapaknya berubah pikiran," ucap AKP Warsono.

Saat ini, menurut AKP Warsono, terduga pelaku K diketahui bertempat tinggal di Sumber, Rembang.

K masih berstatus sebagai saksi terperiksa sembari menunggu kelanjutan proses hukum atau kemungkinan perdamaian di tingkat keluarga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.