Lokakarya IV Konsultasi Publik Renstra Disdikbud Malteng, Ini Kata Sekda
February 05, 2026 05:40 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 


‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah menggelar Lokakarya IV Konsultasi Publik Renstra, Kamis (5/2/2026).

‎Kegiatan yang berpusat di Kota Masohi, Maluku Tengah itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Tengah, Rakib Sahubawa mewakili Bupati. 

‎Turut hadir dalam lokasi dan forum konsultasi publik itu, Ketua Inovasi Maluku, Mus Muali, Ketua DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa, serta sejumlah pimpinan OPD.

‎Dalam sambutannya, Bupati yang diwakili Sekda menegaskan pentingnya mendongkrak mutu pendidikan terlebih saat ini Disdikbud berkolaborasi dengan Program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Fase 3 di Maluku Tengah.

‎"Saya berharap integrasi Renstra dengan Program INOVASI ini dapat mendongkrak mutu pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah," ujar Sekda.

‎Disampaikan, Maluku Tengah bertekad menjadi salah satu laboratorium kebijakan pendidikan daerah kepulauan di Indonesia. 

‎Untuk itu, ia meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh jajaran agar menjadikan praktik baik dari Program INOVASI sebagai bagian dari kebijakan operasional Dinas, bukan kegiatan yang terpisah.

‎"Saya berharap peserta lokakarya aktif memberikan masukan yang konstruktif dan relevan agar dokumen yang dihasilkan benar-benar implementatif dan akuntabel dalam menjawab permasalahan pendidikan dan kebudayaan kita," imbuh Rakib Sahubawa.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Surabaya - Bitung: KM Nggapulu Terjadwal 10 Februari 2026, Tarif Rp 721.500

Baca juga: Rumah Digusur, 7 Keluarga Harap Perhatian Wali Kota Ambon hingga Ulur Tangan Presiden



‎Ia menilai forum konsultasi tersebut merupakan langkah krusial untuk memastikan arah pembangunan pendidikan lima tahun ke depan berjalan secara partisipatif dan transparan. 

‎"Perlu kita sadari bahwa Renstra bukan sekedar dokumen administratif, melainkan panduan operasional yang harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan," tegasnya.

‎Diakui, saat ini pihaknya tidak lagi hanya bicara tentang kuantitas bangunan sekolah, tapi tentang mutu pembelajaran dan hasil belajar anak-anak. 

‎Ia meminta agar Restra kali ini mampu menjawab sejumlah isu strategis, antara lain, peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga Pendidik dan penguatan karakter dan kebudayaan.

‎"Melalui Forum Konsultasi Publik ini, saya meminta Renstra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mampu menjawab beberapa isu strategis," tandas Sahubawa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.