Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah menggelar Lokakarya IV Konsultasi Publik Renstra, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan yang berpusat di Kota Masohi, Maluku Tengah itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Tengah, Rakib Sahubawa mewakili Bupati.
Turut hadir dalam lokasi dan forum konsultasi publik itu, Ketua Inovasi Maluku, Mus Muali, Ketua DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa, serta sejumlah pimpinan OPD.
Dalam sambutannya, Bupati yang diwakili Sekda menegaskan pentingnya mendongkrak mutu pendidikan terlebih saat ini Disdikbud berkolaborasi dengan Program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Fase 3 di Maluku Tengah.
"Saya berharap integrasi Renstra dengan Program INOVASI ini dapat mendongkrak mutu pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah," ujar Sekda.
Disampaikan, Maluku Tengah bertekad menjadi salah satu laboratorium kebijakan pendidikan daerah kepulauan di Indonesia.
Untuk itu, ia meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh jajaran agar menjadikan praktik baik dari Program INOVASI sebagai bagian dari kebijakan operasional Dinas, bukan kegiatan yang terpisah.
"Saya berharap peserta lokakarya aktif memberikan masukan yang konstruktif dan relevan agar dokumen yang dihasilkan benar-benar implementatif dan akuntabel dalam menjawab permasalahan pendidikan dan kebudayaan kita," imbuh Rakib Sahubawa.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Surabaya - Bitung: KM Nggapulu Terjadwal 10 Februari 2026, Tarif Rp 721.500
Baca juga: Rumah Digusur, 7 Keluarga Harap Perhatian Wali Kota Ambon hingga Ulur Tangan Presiden
Ia menilai forum konsultasi tersebut merupakan langkah krusial untuk memastikan arah pembangunan pendidikan lima tahun ke depan berjalan secara partisipatif dan transparan.
"Perlu kita sadari bahwa Renstra bukan sekedar dokumen administratif, melainkan panduan operasional yang harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan," tegasnya.
Diakui, saat ini pihaknya tidak lagi hanya bicara tentang kuantitas bangunan sekolah, tapi tentang mutu pembelajaran dan hasil belajar anak-anak.
Ia meminta agar Restra kali ini mampu menjawab sejumlah isu strategis, antara lain, peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga Pendidik dan penguatan karakter dan kebudayaan.
"Melalui Forum Konsultasi Publik ini, saya meminta Renstra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mampu menjawab beberapa isu strategis," tandas Sahubawa. (*)