Maskapai Emirates mulai terlihat jarang memakai Airbus di rute Bali. Kabarnya ada peran otoritas Indonesia dalam keputusan ini.
Berita ini pertama kali diidentifikasi oleh mengutip dari . Emirates tidak lagi menerbangkan Airbus A380 ke Bali dan menggantikannya dengan Boeing 777-300ER.
Jika dibandingkan, dua unit pesawat ini memiliki perbedaan kursi yang cukup signifikan. Airbus A380 memiliki 615 kursi dengan dua kelas non-first class. Sementara Boeing 777 berkapasitas 421 kursi, sepertiga lebih sedikit dari Airbus.
Emirates pertama kali menggunakan pesawat superjumbo ke Bali pada Juni 2023. Sejak itu, penerbangan hampir selalu beroperasi setiap hari. Namun, data Cirium Diio, sebuah platform analisis penerbangan, menunjukkan bahwa jenis pesawat ini beroperasi dua kali sehari pada bulan September dan Oktober 2024.
menunjukkan bahwa A380 digunakan untuk penerbangan ke Bali terakhir kali pada tanggal 16 Januari. Ini sesuai dengan jadwal yang diajukan maskapai ke . Informasi terbaru menunjukkan bahwa jenis pesawat ini akan kembali ke destinasi Indonesia pada tanggal 25 Februari. Namun, sangat mungkin hal ini akan berubah.
Berbicara di Asosiasi Penerbangan Indonesia baru-baru ini, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa,menyatakan bahwa ia menginginkan tiga hal sebagai syarat agar Emirates bisa terus menggunakan A380 untuk penerbangan ke Bali.
Pertama, pembangunan fasilitas perawatan, perbaikan, dan perombakan (MRO) di Indonesia. Kedua, agar Emirates mempekerjakan lebih banyak pilot dan awak kabin Indonesia, termasuk pada rute ke Indonesia, yang mungkin akan mempersulit penjadwalan. Ketiga, Emirates menginginkan rute tambahan di Indonesia, selain Bali dan Jakarta. Sikap negosiasi seperti itu sangat tidak biasa.
"Ini adalah kasus luar biasa ketika suatu negara memblokir penggunaan jenis pesawat tertentu, dengan asumsi tidak ada masalah keselamatan, yang jelas tidak ada di sini," tulis Simple Flying.
Bahkan Indonesia disebut picik, karena Bali hidup dan bergantung dari jumlah wisatawan. Sementara itu, Gede Eka Sandi Asmadi, Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum Bandara Denpasar, menyatakan bahwa Emirates tidak dilarang menggunakan A380 untuk penerbangan ke Bali. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pesawat tersebut ditarik karena sedang musim sepi, dengan penurunan kapasitas yang diakibatkan oleh permintaan yang lebih rendah.
Emirates telah dihubungi untuk memberikan komentar.
Data Kunjungan ke Bali
Data pemesanan untuk 12 bulan dari November 2024 hingga November 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 550.000 penumpang pulang pergi transit di Dubai untuk mencapai Bali. Sebagian besar lalu lintas ke Bali, sekitar 80%, terbang ke/dari Eropa. Amerika Utara berada di urutan kedua dengan besar 7%, diikuti oleh Timur Tengah sebesar 6% dan Afrika 5%.
Inggris adalah pasar negara yang paling populer. Bahkan, Emirates mengangkut lebih banyak penumpang rute Inggris-Bali daripada maskapai lain mana pun. Jerman berada di urutan kedua, kemudian Belanda, Prancis, AS, Rusia, Polandia, Arab Saudi, Italia, dan Spanyol.
Di tingkat bandara, Amsterdam-Bali memiliki jumlah penumpang terbanyak. Bandara Paris Charles de Gaulle berada di urutan berikutnya, diikuti oleh Frankfurt, Moskow Domodedovo, London Heathrow, Warsawa, London Gatwick, Manchester, Düsseldorf, dan Jeddah. Di tingkat kota, London-Bali berada di urutan pertama.







