TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Progres pembangunan gedung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) RSUD Akhmad Berahim, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara kini telah rampung secara fisik dan memasuki tahap penyempurnaan pemenuhan alat kesehatan serta kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan PHTC RSUD Akhmad Berahim, Dadang Supardiman, menyampaikan bahwa pembangunan gedung telah selesai 100 persen, sementara pemenuhan alat kesehatan dilakukan secara paralel dan bertahap.
“Bangunan ini sudah kita selesaikan 100 persen secara fisik. Untuk alat kesehatannya berjalan paralel, satu per satu kita penuhi,” ujar Dadang Supardiman.
Dadang Supardiman menjelaskan, sejumlah alat kesehatan utama sudah tiba, termasuk tempat tidur ruang rawat inap yang terpenuhi sepenuhnya. Namun masih terdapat beberapa item yang saat ini dalam proses pengadaan.
Baca juga: Bupati Tana Tidung Evaluasi Progres RSUD Akhmad Berahim, Tekankan Kesiapan Dokter Spesialis
“Tempat tidur ruang rawat inap 100 persen sudah datang. Tinggal tempat tidur untuk ruang ICU, NICU, dan beberapa ruang khusus lainnya,” jelasnya.
Dadang Supardiman menambahkan, alat kesehatan untuk anastesi juga telah tersedia. Sementara alat-alat berteknologi besar seperti radiologi dan CT scan akan didatangkan setelah kesiapan SDM dari pihak rumah sakit terpenuhi.
“Alat-alat besar seperti radiologi, CT scan dan sejenisnya itu akan datang setelah ada pemenuhan dari pihak rumah sakit terkait SDM-nya,” katanya.
Menurutnya, SDM kesehatan tidak hanya terbatas pada dokter dan perawat, tetapi juga mencakup tenaga teknis yang mampu melakukan perawatan dan pengoperasian alat kesehatan berstandar tinggi.
“Sumber daya kesehatan itu bukan hanya dokter dan perawat, tapi juga tenaga teknis yang bisa melakukan perawatan alat-alat, karena sarana prasarana ini sudah menggunakan teknologi yang terstandar,” ungkap Dadang Supardiman.
Baca juga: Pembangunan Gedung Baru RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung Keltara Dikebut, Target Rampung November Ini
Ia menyebutkan, pihak vendor juga telah menyatakan kesiapan untuk memberikan pelatihan. Sejumlah pelatihan bahkan sudah mulai dilakukan.
“Kami sudah lakukan pelatihan penggunaan alat-alat bed head, termasuk pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana seperti kebakaran,” ujarnya.
Dadang menegaskan, pihaknya mendorong agar proses serah terima bangunan dapat segera dilakukan, sehingga fasilitas yang sudah siap dapat dimanfaatkan terlebih dahulu oleh masyarakat.
“Semua berjalan, dan sesegera mungkin kita ingin cepat serah terimakan supaya apa yang bisa dimanfaatkan, bisa dimanfaatkan lebih dulu,” tuturnya.
Dari sisi kelistrikan, Dadang memastikan kebutuhan listrik gedung rumah sakit sangat memadai dengan sistem cadangan berlapis.
“Untuk listrik sangat memenuhi. Kita sudah back up genset, bahkan kapasitas genset mencapai 110 persen dari total kebutuhan listrik,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski lift masih dalam tahap pembahasan dan belum terpasang, kapasitas daya listrik yang tersedia dinilai lebih dari cukup.
“Kalau semua dihidupkan termasuk lift, itu sudah sangat mumpuni, bahkan lebih dari 100 persen. Standar kita, dari total kebutuhan listrik harus ada spare di atasnya, jadi tidak pas-pasan,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti