Pameran Seni Rupa Describing Personality di Borobudur, Proyek Perdana Echo Project
February 05, 2026 08:00 PM

 

 


TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Pameran seni rupa bertajuk “Describing Personality” digelar di Limanjawi Art House, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sepanjang 5 Februari hingga 5 Maret 2026 mendatang. 

Pameran ini menjadi proyek perdana Echo Project, sebuah kelompok seni yang digagas lima perupa lintas daerah.

Beragam instalasi karya seni dan lukisan dengan berbagai gaya dipamerkan pada perhelatan tersebut. Tiap karya mencerminkan karakter, gagasan, dan ekspresi personal para seniman yang terlibat.

Echo Project digawangi oleh Abdi Setiawan, Awang Darmawan, Heru Priyono, Heru Dodot Widodo, dan almarhum Zulfa Hendra. Melalui pameran ini, para seniman berupaya menghadirkan karya-karya yang menonjolkan karakter personal masing-masing perupa di tengah kecenderungan seni rupa yang kian seragam.

Seniman Abdi Setiawan mengatakan, pameran ini berangkat dari pertemuan-pertemuan intens antaranggota yang kerap mendiskusikan satu karya secara mendalam hingga akhirnya mengerucut menjadi sebuah konsep pameran bersama.

“Adanya pameran ini merupakan yang pertama. Kita sering ngumpul, membahas satu karya, lalu mengerucut menjadi pameran yang benar-benar menampilkan personality masing-masing,” ujarnya usai pembukaan pameran, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan, pameran ini tidak hanya diikuti seniman lokal Magelang, tetapi juga melibatkan perupa dari Yogyakarta hingga Padang.

“Jadi tidak hanya dari Magelang. Kita mix, supaya saling melengkapi dan memperkaya perspektif,” katanya.

Terkait tema “Describing Personality”, Abdi menjelaskan bahwa setiap karya menampilkan ciri khas, karakter, dan gaya personal masing-masing seniman.

“Setiap karya itu sangat private. Orang bisa langsung mengenali, ‘oh, ini karyanya si A’, karena style dan karakternya kuat,” jelasnya.

Baca juga: Kronologi Truk Hino Tabrak Dua Truk yang Terparkir di Muntilan Magelang

Kurator: Lawan Keseragaman Pasar

Kurator pameran Aa Nurjaman, menyebut proyek pertama ini dirancang sebagai pembuka bagi rangkaian proyek selanjutnya. Menurutnya, seni rupa kontemporer saat ini cenderung tampil seragam karena kuatnya pengaruh pasar.

“Di sini justru diupayakan menonjolkan individualitas. Setiap seniman punya ciri khas sendiri, baik secara tematik, cara berkarya, maupun pemikiran dasar dalam mengungkapkan konsep,” katanya.

Ia berharap, apabila proyek pertama ini berhasil memperkenalkan karakter masing-masing seniman, Echo Project dapat berlanjut ke proyek kedua, ketiga, dan seterusnya.

“Pameran ini bisa diibaratkan sebagai kulonuwun, perkenalan awal kelompok kami kepada publik,” ujarnya.

Nama Echo Project, lanjutnya, dipilih karena merepresentasikan rasa nyaman, kebebasan berekspresi, serta ruang dialog antar seniman. Proses kreatif kelompok ini pun lahir dari pertemuan-pertemuan santai yang diisi diskusi, guyonan, hingga akhirnya bermuara pada pameran ini.

"Eco Project memang sudah menjadi nama project sekaligus nama kelompok. Echo sendiri diambil dari yang intinya berarti enjoy, suka, enak, merasa nyaman untuk berkarya, mempublikasikan, dan berdialog," katanya.

Pemilik Limanjawi Art House, Umar Chusaeni menilai pameran ini menjadi salah satu peristiwa kebudayaan yang ikut menghidupkan kawasan Borobudur sebagai pusat seni dan budaya dunia.

“Borobudur perlu letupan-letupan kegiatan kebudayaan, apalagi seni rupa. Ini penting untuk menunjukkan bahwa seni rupa Indonesia terus berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pameran ini diisi oleh seniman-seniman yang telah memiliki nama besar dan diharapkan mampu menginspirasi daerah lain.

Salah satu karya yang menyita perhatian, lanjutnya, berasal dari Abdi Setiawan, seniman kelahiran Sumatera yang menempuh pendidikan seni di Yogyakarta dan dikenal sebagai pematung kontemporer nasional. 

Dalam pameran ini, Abdi menampilkan karya berbahan sisa patung yang didaur ulang.

“Karya-karyanya lucu, unik, dan luar biasa. Pemanfaatan material sisa menjadi nilai tambah yang kuat,” pungkas Umar. (tro)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.