Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah pengangguran di Jakarta mencapai 349 ribu orang pada November 2025 atau meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 330 ribu orang.
"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6,31 persen pada November 2025, meningkat 0,26 persen dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 6,05 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis.
Menurut jenis kelamin, baik TPT laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan. TPT laki-laki pada November 2025 tercatat sebesar 6,9 persen atau naik dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 6,21 persen.
Sedangkan TPT perempuan sebesar 5,43 persen, yang juga meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 5,79 persen.
Adapun jumlah penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 5,18 juta orang atau meningkat sekitar 48,6 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Angka ini lebih banyak dibandingkan jumlah angkatan kerja yang mencapai 5,53 juta orang.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di DKI Jakarta pada November tahun 2025 sebesar 65,47 persen, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 64,75 persen.
"Peningkatan angkatan kerja ini belum diimbangi penciptaan lapangan kerja untuk yang bersifat pekerja penuh," kata Kadarmanto.
BPS DKI mencatat peningkatan penyerapan tenaga kerja terjadi pada pekerja paruh waktu atau pekerja kurang dari 35 jam dan tidak sedang mencari pekerjaan, kemudian setengah pengangguran atau yang bekerja kurang dari 35 jam, dan masih mencari pekerjaan.
Sementara jumlah pekerja penuh atau yang bekerja lebih dari 35 jam mengalami penurunan.
Jumlah pekerja paruh waktu meningkat sekitar 70 ribu orang menjadi 754 ribu orang, dan setengah pengangguran bertambah sekitar 40 ribu orang menjadi 205 ribu orang. Sedangkan jumlah pekerja penuh tercatat sebanyak 4,22 juta orang atau menurun sekitar 61 ribu orang.







