SRIPOKU.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcayanto, membenarkan ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Kamis (5/2/2026).
Iapun belum merinci lokasi pasti terjadinya OTT KPK.
Lebih lanjut, Fitroh juga mengonfirmasi bahwa operasi senyap tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi, spesifiknya terkait praktik penyuapan.
Baca juga: Reaksi Menkeu Purbaya Soal KPK OTT Ditjen Pajak dan Bea Cukai, Beri Pendampingan Hukum
"Ya (terkait kasus suap)," katanya saat menjawab pertanyaan awak media, mengutip Tribunnews.com.
KPK belum memerinci siapa saja pihak-pihak yang terjaring dalam operasi tersebut, apakah berasal dari unsur penyelenggara negara, pihak swasta, atau aparat penegak hukum.
Selain itu, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah uang maupun barang bukti lain yang diamankan oleh tim penyidik dalam operasi ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut saat ini belum tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Diperkirakan tim KPK masih dalam perjalanan membawa pihak-pihak terkait dari lokasi penangkapan menuju markas KPK.