SRIPOKU.COM - Korban yang mengalami gangguan kesehatan pasca santap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sungai Rumbai, Sumatera Barat terus bertambah.
Data terbaru yang didapat Kamis (5/2/2026) malam, total sudah 183 orang.
Bukan hanya pelajar, tetapi sudah merembet ke orangtua murid dan petugas SPPG sendiri.
Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah tegas atas peristiwa ini dengan menghentikan operasional SPPG Sungai Rumbai.
Baca juga: KPPG Palembang Sebut Kesalahan UMKM Penyebab Siswa SMPN 31 Keracunan MBG, DPRD Sebut Ada Kesengajaan
Penghentian ini bersifat sementara dalam rangka investigasi, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, Dinas Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Keputusan diambil berdasarkan laporan Kepala SPPG setempat terkait dugaan gangguan kesehatan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Dharmasraya, Jasman Rizal, mengatakan korban yang terdampak pada umumnya merupakan penerima manfaat MBG.
“Data yang ada menunjukkan korban terdampak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), orangtua, dan petugas Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujarnya dihubungi Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
Para korban yang terdampak secara keseluruhan mengalami gejala, pusing, lemas, mual dan diare.
Mereka sudah mendapat perawatan di fasilitas kesehatan daerah, awalnya ada 22 korban yang harus menjalani rawat inap, tapi sore ini sudah kembali ke rumah.
Baca juga: Puluhan Pelajar SD Alami Gangguan Kesehatan Diduga Usai Santap MBG, Sembilan Dibawa Ke RSUD
Jasman menilai fenomena ini sebagai gangguan kesehatan, hingga adanya hasil labor yang sudah dikirim pihaknya ke Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kota Padang.
“Sampai adanya hasil labor, tentu terlalu dini kita menyimpulkan bahwa ini keracunan,” ujarnya.
Informasi awal, ada 87 orang yang mengalami gangguan kesehatan pasca santap MBG.
Lalu, jumlahnya bertambah menjadi 127 orang sebelum akhirnya disimpulkan menjadi 183 orang.