Wakil Ketua DPRD Desak Digitalisasi Parkir Surabaya Tahun ini Harus Berhasil
February 05, 2026 10:32 PM

 

SURYA.co.id SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mendukung digitalisasi parkir yang terus dimasifkan di Kota Pahlawan Surabaya. Dia mendesak agar transformasi parkir tunai ke nontunai harus berhasil tahun ini.

Selain untuk menutup celah kebocoran pendapatan dari retribusi parkir juga menjaga akuntabilitas tata kelola parkir. Digitalisasi parkir sejauh keniscayaan di era teknologi saat ini.

"Tidak mungkin kembali ke belakang. Digitalisasi parkir ini bagian dari ikhtiar kita menuju layanan lebih baik perparkiran," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni dalam forum Diskusi Setahun kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi-Wawali Armuji, Kamis (5/2/2026).

Digitalisasi Parkir Harus Diterapkan

Meski saat ini dibentuk Satgas antipremanisme, namun layanan digitalisasi perparkiran harus diterapkan. Tidak sekadar peningkatan layanan, tapi pembayaran nontunai saat ini sudah menjadi gaya hidup.

Pembayaran nontunai pakai QRIS adalah yang paling memudahkan di tengah hampir semua pemilik kendaraan memegang smartphone. Semua HP dengan mobile banking  bisa terkoneksi dengan QRIS.

Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Digitalisasi Parkir, Akhiri Karcis Sobek, Baktiono: Demi Tujuan Lebih Besar

"Bahkan nongkrong di warkop hingga beli cilok atau bakso UMKM saja pakai QRIS. Masak untuk parkir tidak bisa mengikuti kebutuhan dan gaya hidup ini," kata Toni, sapaan Arif Fathoni.

Pimpinan DPRD Surabaya ini optimistis kebutuhan masyarakat untuk pembayaran nontunai melalui QRIS akan makin meningkat. Bahkan kebutuhan dan sudah menjadi gaya hidup.

Jumlah titik parkir di Surabaya saat ini mencapai 1.800 titik parkir. Baik parkir tepi jalan maupun parkir gedung dan persil atau pelataran toko maupun ruko. Sebanyak 78 di antaranya sudah dijalankan nontunai.

"Digitalisasi parkir tetap harus terus didukung dan didorong. Semua elemen masyarakat harus mendukung karena kembalinya ke layanana terbaik kepada masyarakat," kata Toni.

Sementara itu, Kepala Bappeko Surabaya Irvan Wahyudrajat juga tetap tidak akan mengendurkan upaya merealisasikan digitalisasi parkir. Bertahap akan ditetapkan ke seluruh titik dan kantung parkir.

Baca juga: Pendapatan Parkir Surabaya Meningkat Rp 1 Miliar Selama 2025, Optimistis Songsong Digitalisasi

Terutama di titik parkir dengan volume kendaraan, intensitas parkir, dan kepadatan Kendaraan tingi harus dituntaskan penetapan digitalisasi parkir. "Yang potensial ini saja dulu dituntaskan," kata Kepala Bappro Irvan.

Soal penuntasan layanan parkir dengan pembayaran nontunai itu adalah dalam upaya menekan kebocoran agar transparan dan akuntabel. Saat ini Surabaya tengah berproses menuju digitalisasi parkir ini.

Sampai berapa persen, akan diupayakan seoptimal mungkin. Kenapa masih sulit, karena belum semua siap. Tapi makin ke sini baik jukir dan masyarakat makin mendukung pembayaran nontunai parkir Surabaya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.