Rusia: Kami Punya Kebebasan Bertindak Setelah Berakhirnya Perjanjian Nuklir dengan Amerika
February 05, 2026 11:38 PM

Rusia: Kami Punya Kebebasan Bertindak Setelah Berakhirnya Perjanjian Nuklir dengan Amerika

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kalau Moskow tetap terbuka untuk menjajaki cara-cara politik dan diplomatik untuk menstabilkan situasi strategis setelah berakhirnya perjanjian nuklir, New START, dengan Amerika Serikat.

Namun, Moskow menyesalkan respons Washington yang mereka anggap tidak memberikan tanggapan yang ideal setelah mereka menyampaikan pengingat beberapa hari lalu sebelum perjanjian ini berakhir hari ini, Kamis (6/2/2026).

"Pendekatan Washington terhadap perjanjian START salah," jelas kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Perlombaan Senjata Nuklir Kembali Dimulai, Ini Perbandingan Kekuatan Nuklir Amerika-Rusia-China

Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan kalau mereka belum menerima tanggapan resmi dari Amerika Serikat atas usulannya untuk mematuhi batasan-batasan perjanjian START yang baru.

Dia menambahkan, Moskow berasumsi bahwa pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut tidak lagi terikat oleh kewajiban mereka.

Atas hal itu, kini mereka bebas memilih langkah selanjutnya terkait pengembangan nuklir.

Kementerian Luar Negeri juga mengindikasikan bahwa Rusia siap bertindak secara bertanggung jawab dan bijaksana, serta mengambil langkah-langkah militer-teknis yang tegas untuk mengurangi ancaman setelah berakhirnya Perjanjian New START.

Dia menyatakan bahwa pendekatan Washington terhadap perjanjian New START salah dan patut disesalkan.

Hal ini terjadi setelah kepresidenan Rusia, memperingatkan pada  Selasa tentang bahaya berakhirnya perjanjian nuklir terakhir antara Amerika Serikat dan Rusia dalam beberapa hari.

Berakhirnya perjanjian New START mengancam terciptanya dunia dengan perlombaan nuklir tanpa batas.

Situasi ini diyakinkan membawa geopolitik dunia selangkah lebih dekat ke arah Perang Dunia Ketiga.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada media, sesaat sebelum berakhirnya perjanjian New START, bahwa "dalam beberapa hari ke depan dunia akan berada dalam situasi yang hampir tidak lebih berbahaya daripada sebelumnya."

Ia menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya, Amerika Serikat dan Rusia, yang memiliki dua persenjataan nuklir terbesar, akan tanpa dokumen dasar apa pun yang membatasi dan mengendalikan persenjataan tersebut, dan menganggap hal ini sangat buruk bagi keamanan dunia.

TES NUKLIR - Awan jamur muncul dari ledakan uji coba senjata nuklir oleh Amerika Serikat di Nevada pada tahun 1957. AS kini akan memulai kembali uji coba senjata nuklir mereka sebagai respons uji coba senjata nuklir yang dilakukan Rusia dan China. (tangkap layar NW/kredit foto: Departemen Energi AS)

Apa itu Perjanjian New START?

Perjanjian New START, sebuah perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir yang masih berlaku antara Washington dan Moskow, berakhir pada Kamis (5/2/2026).

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 ini membatasi persenjataan AS dan Rusia hingga maksimal 1.550 hulu ledak nuklir strategis masing-masing.

Jumlah yang disyaratkan itu merupakan pengurangan sekitar 30 persen dibandingkan dengan batas sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2002.

Perjanjian tersebut juga menetapkan jumlah maksimum pesawat pembom berat sebanyak 800 unit per negara, jumlah yang dianggap cukup untuk menghancurkan Bumi.

Sebelumnya, pada Februari 2023, Rusia telah mengumumkan kalau mereka menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut tanpa secara resmi menarik diri, sambil menegaskan kalau mereka akan terus menghormati batasan yang telah ditetapkan.

Namun sebelum itu, Moskow menuduh Washington menghalangi inspeksi yang direncanakan di bawah "New START," yang ditangguhkan dalam konteks perang antara Rusia dan Ukraina.

Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat menarik diri pada tahun 2019 dari perjanjian perlucutan senjata penting yang ditandatangani pada tahun 1987 dengan Rusia mengenai rudal nuklir jarak menengah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.