Industri AMDK Tumbuh Stabil 5–8 Persen, Serap 46 Ribu Tenaga Kerja
February 05, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menunjukkan kinerja positif dan menjadi salah satu sektor paling dinamis di industri makanan dan minuman nasional.

Pertumbuhan industri AMDK tercatat konsisten di kisaran 5–8 persen per tahun, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Ketua Umum Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara), Karyanto Wibowo, menyebutkan kapasitas produksi industri AMDK saat ini mencapai sekitar 47 miliar liter per tahun.

Baca juga: DPR Soroti Dominasi Asing di Industri AMDK, Padahal Air Melimpah

Sektor ini melibatkan lebih dari 700 perusahaan dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung di berbagai daerah.

“Artinya, industri AMDK telah menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, mendorong pengembangan UMKM, serta menghasilkan multiplier effect bagi sektor ekonomi lainnya,” ujar Karyanto di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Amdatara di Jakarta, belum lama ini.

Ia menegaskan, industri AMDK yang kuat, aman, dan berkelanjutan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkokoh struktur ekonomi nasional.

“Kami meyakini industri AMDK dapat menjadi salah satu pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.

Ditambahkan Karyato, Rakernas Amdatara digelar untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi, meningkatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta merumuskan arah kebijakan dalam mendorong pertumbuhan industri AMDK yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Baca juga: Pemerintah Pusat Keberatan, Bali Melarang Produksi AMDK di Bawah 1 Liter

Dalam upaya tersebut, Amdatara telah menjalin dialog dengan sejumlah kementerian dan lembaga strategis, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Alhamdulillah, kami mendapatkan dukungan dari pemerintah yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri AMDK,” ujar Karyanto.

Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Amdatara juga fokus memperluas dan memperkuat jaringan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sebagai bagian dari struktur organisasi wilayah.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Sebagian besar perusahaan AMDK beroperasi di daerah, sehingga penguatan jaringan organisasi di tingkat lokal menjadi kunci,” ucapnya.

Rakernas I Amdatara juga dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut Kementerian Lingkungan Hidup Sayid Muhadhar, serta perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Hadir pula sejumlah pakar, di antaranya Pakar Hidrogeologi Profesor Heru Hendrayana, Pakar Hidrasi Sehat Fakultas Kedokteran UI Diana Sunardi, Guru Besar Gizi Masyarakat IPB Ahmad Sulaeman, serta Pakar Teknologi Pangan dan Kemasan IPB Nugraha Edi Suyatma. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sinergi lintas sektor guna memperkuat industri AMDK nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.