Janice Tjen, Kebanggaan Baru Tenis Indonesia yang Tetap Membumi di Tengah Lompatan Karier WTA
February 05, 2026 11:38 PM

TRIBUNNNEWS.COM - Publik tenis Indonesia tengah menikmati hadirnya sosok baru yang memberi harapan besar di level dunia lewat nama Janice Tjen.

Petenis putri berusia 23 tahun ini, terus menorehkan pencapaian bersejarah dalam waktu singkat.

Dari pemain yang dua tahun lalu belum memiliki peringkat, kini Janice telah menembus posisi 47 dunia WTA.

Apa yang dicapainya dalam setahun belakangan ini membuat namanya semakin akrab di telinga pencinta olahraga Tanah Air.

Pekan ini, Janice Tjen tampil di turnamen WTA 500, Abu Dhabi Open. Pemain kelahiran 6 Mei 2022 itu bahkan turun di dua sektor, tunggal dan ganda.

Di sektor tunggal, Janice terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Liudmila Samsonova dengan skor 2-6, 2-6.

Namun di ganda putri, Janice Tjen mampu melangkah hingga babak 8 besar atau perempat final bersama partnernya, petenis asal Filipina, Alexandra “Alex” Eala.

Keduanya menyingkirkan Leylah Fernandez (Kanada) dan Kristina Mladenovic (Prancis) lewat duel tiga set, 7-5, 3-6, 10-6, dan kini akan bertemu unggulan kedua Cristina Bucsa (Spanyol) dan Zhang Shuai (China).

Kemenangan itu menjadi bukti bahwa Janice bukan sekadar kejutan sesaat, melainkan tengah membangun konsistensi di level tertinggi.

SWA FOTO - Petenis Indonesia, Janice Tjen (kanan) berfoto dengan parternya, Alexandra Eala dari Filipina setelah memastikan kemenangan untuk melaju ke perempat final WTA 500 Mubadala Abu Dhabi Open 2026, Selasa (3/2/2026).
FOTO KEMENANGAN - Petenis Indonesia, Janice Tjen (kanan) berfoto dengan parternya, Alexandra Eala dari Filipina setelah memastikan kemenangan untuk melaju ke perempat final WTA 500 Mubadala Abu Dhabi Open 2026, Selasa (3/2/2026). (Dok. Mubadala Abu Dhabi Open)

Baca juga: Hasil Abu Dhabi Open 2026: Janice Tjen Kalah dari Unggulan Kelima, Masih Ada Peluang di Sektor Ganda

Terobosan Besar Sejak 2025

Perjalanan Janice terasa istimewa karena sarat cerita perjuangan. Musim 2025 menjadi titik balik besar. 

Janice melesat dari peringkat 578 dunia hingga finis di akhir tahun sebagai pemain 53 dunia. 

Dalam periode tersebut, ia memenangi 72 dari 84 pertandingan di berbagai turnamen, sebuah statistik yang mencerminkan lonjakan performa luar biasa.

Momen yang paling membekas tentu terjadi di US Open, ketika Janice menumbangkan Veronika Kudermetova dan menjadi petenis Indonesia pertama sejak 2003 yang mampu memenangi pertandingan Grand Slam.

Tak lama berselang, Janice melaju ke final WTA pertamanya di Sao Paulo, meski belum menghasilkan gelar.

Tapi sebelum musim berakhir, Janice menebusnya dengan manis lewat gelar juara WTA di Chennai. 

Rangkaian hasil itu mengantarnya menembus Top 50 dunia, menjadikannya petenis Indonesia kedua dalam sejarah yang mencapai level tersebut setelah legenda Yayuk Basuki pada era 1990-an.

Keberhasilannya menembus babak utama grand slam Australia Open 2026 dan 16 besar Abu Dhabi Open membuat ia akan mencapai ranking 44 dunia WTA.

Dari Kampus ke Panggung Dunia

Menariknya, dua tahun lalu Janice masih bermain tenis kampus bersama Pepperdine University di Amerika Serikat. 

Ya, latar belakang Janice cukup dekat dengan keseharian banyak anak muda Indonesia. Ia mulai mengenal tenis di Jakarta karena mengikuti temannya berlatih. 

Mimpi menjadi petenis profesional mulai tumbuh sejak usia 12 tahun, meski sempat harus melalui jalur tenis kampus di Amerika Serikat bersama Pepperdine University. 

Keputusan tersebut awalnya terasa berat, namun kini justru menjadi fondasi penting bagi kematangannya sebagai atlet.

Janice memulai langkahnya dari turnamen kecil ITF di Monastir, Tunisia, pada Juni 2024 sebagai pemain tanpa peringkat. Hasilnya mencengangkan: 20 kemenangan beruntun dan rekor akhir musim 41-3.

Sejak beralih profesional, Janice bekerja sama dengan pelatih asal Inggris, Chris Bint, terhitung sejak April tahun lalu.

Di bawah bimbingannya, Janice menemukan identitas permainan khas dengan forehand topspin kuat dan backhand slice tajam, gaya yang kerap dikaitkan dengan idolanya, Ashleigh Barty.

Janice Tjen
PUKUL BOLA - Petenis Indonesia, Janice Tjen memukul bola dalam sesi latihan. (Tribunnews.com/abdul majid)

Baca juga: Terobosan Janice Tjen di Ranking WTA, Tembus 50 Besar Dunia Berkat Capaian di Australian Open 2026

Tetap Membumi

Meski kini dalam lonjakan karier, namun Janice menjalani semua pencapaian itu dengan sikap rendah hati. Ia mengaku tak ingin terlalu larut dalam angka peringkat atau label sejarah.

"Saya hanya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah," ujar Janice dalam wawancara bersama media Uni Emirates Arab, The National, di tengah bergulirnya Abu Dhabi Open.

"Secara kertas, memang cepat. Lebih cepat dari yang saya bayangkan. Tapi saya hanya mencoba menikmati prosesnya, hari demi hari," ujar Janice.

Sebagai pribadi yang mengaku introvert, Janice masih menyesuaikan diri dengan perhatian besar yang kini ia terima, termasuk saat tampil di Australian Open, di mana banyak suporter Indonesia memadati tribun untuk mendukungnya.

"Dapat perhatian sebesar ini benar-benar mengejutkan. Tapi rasanya hangat, merasa dicintai dan didukung," katanya.

Melbourne menjadi pengalaman Grand Slam paling berkesan sejauh ini karena kedekatannya dengan Indonesia dan besarnya dukungan dari tanah air.

Di tengah jadwal padat tur dunia, Janice juga berusaha menjaga kedekatan dengan Indonesia, salah satunya dengan mencari makanan khas Tanah Air setiap kali berada di luar negeri.

Hal-hal sederhana ini membuat publik merasa Janice tetap "dekat", meski kini berkompetisi di panggung global.

Perjalanannya Janice masih panjang, tetapi satu hal sudah jelas: Indonesia kini memiliki sosok baru yang patut dibanggakan di dunia tenis internasional.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.