TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti dinamika global yang masih menjadi tantangan serius bagi industri manufaktur nasional, khususnya sektor otomotif di pembukaan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026).
Salah satu isu utama yang dihadapi adalah gangguan rantai pasok global, terutama terkait ketersediaan semikonduktor.
Baca juga: Perkuat Dominasi Segmen SUV Premium, Hyundai All-New SANTA FE XRT Melantai di IIMS 2026
"Dinamika global ini menjadi tantangan, rantai pasok (supply chain) juga menjadi tantangan. Kita lihat banyak merek-merek dari otomotif yang mengalami kesulitan produksi karena tidak bisa mendapatkan semikonduktor. Itu juga menjadi kunci kita," tutur Agus, Kamis (5/2/2026).
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem semikonduktor dalam negeri.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia akademik guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.
"Kalau untuk semikonduktor, ada upaya-upaya khusus yang sedang dilakukan oleh Kemenperin bekerja sama dengan 16 universitas terkemuka di Indonesia," ungkapnya.
Salah satu langkah konkret yang disoroti Agus dalam pembukaan IIMS 2026 adalah pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC).
Baca juga: Wow, SUV Lepas E4 World Premiere di IIMS 2026, Harga Masih Dirahasiakan
Lembaga non-profit ini dibentuk sebagai pusat kolaborasi nasional dalam pengembangan desain chip dan teknologi semikonduktor.
"Kita sedang membentuk apa yang disebut dengan ICDEC, itu ada 16 kampus. Ini sebuah lembaga non-profit yang dibentuk oleh Kemenperin dan kami kemarin di Bandung sudah melihat dan menyaksikan sendiri prototipe-prototipe yang nanti juga akan membantu banyak sekali sektor elektronik dan sektor otomotif, di mana kebutuhan semikonduktornya juga akan selalu akan terus naik dan tumbuh," jelas Menperin.
Pembentukan ICDEC menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi industri berbasis teknologi tinggi.
Inisiatif ini diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) serta para pakar desain chip dari 13 universitas dan didukung oleh total 16 perguruan tinggi mitra.
ICDEC diharapkan berperan sebagai simpul kolaborasi antara pemerintah, industri dan akademisi untuk meningkatkan kapasitas nasional di bidang desain chip.