Suara Kata dan Konsistensi, Membuka Jalan Jessy Nora Mahasiswi Unesa Raih Prestasi Nasional
February 05, 2026 11:40 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, SURABAYA - Tidak semua prestasi lahir dari panggung megah atau sebuah sorotan kamera. Sebagian justru tumbuh diam-diam, dari kebiasaan berlatih, jatuh, lalu bangkit berkali-kali.

Jessy Nora Sandy, Mahasiswi Sastra Indoensia Universitas Negeri Surabaya dari Bojonegoro membuktikan hal itu lewat suara, kata,dan konsistensi.

Jessy merupakan mahasiswa angkatan 2023 yang terus menorehkan prestasi di bidang public speaking dan literasi. 

Ia dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional hingga akhirnya terpilih sebagai penerima Beasiswa Unggulan 2024.

Ketertarikannya akan dunia public speaking dan kepenulisan sejak duduk di bangku SMP.

Ketertarikan itu berkembang menjadi sebuah keseriusan yang membawanya meraih sejumlah gelar juara nasional. Di antaranya Juara 1 Nasional Lomba Voice Over Universitas Siliwangi, Juara 1 Nasional Lomba Voice Over Universitas Negeri Padang, Juara 1 Nasional Lomba Cerpen Universitas Padjajaran, serta Juara 3 Nasional Lomba Announcer dan Voice Over Politeknik Negeri Malang.

Di setiap perjalanan kompetisi tidak menutupi bahwa proses yang ia jalani penuh tantangan.

Dalam lomba public speaking, ia kerap menyesuaikan karakter suaranya dengan naskah yang tersedia.

“Kalau skripnya disiapkan panitia, aku butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan karakter suara. Soalnya karakter suaraku cenderung upbeat dan cheerful, sedangkan skrip yang dibawakan dengan gaya calm,” ujar Jessy.

Baca juga: Sosok Sergio Castel Amunisi Baru Resmi Persib Bandung di Lini Depan yang Dikenalkan

Sementara itu di dunia kepenulisan khususnya cerpen, justru menjadi hal yang bebas bagi dirinya.

Jessy kerap mengandalkan kekuatan imajinasi serta khayalan dan unsur fantasi. Tetapi hal itu juga menyelpikan sebuah makna didalamnya.

Menurut jessy, kombinasi antara imajinasi dan pesan kehidupan inilah yang membuat tulisannya memiliki karakter unik dan mampu menarik perhatian juri maupun pembaca.

Ia tidak hanya menulis untuk memenangkan lomba, tetapi juga untuk menyampaikan gagasan dan refleksi tentang kehidupan.

“Cukup menyesuaikan tema dengan imajinasi. Dari situ alur cerita biasanya sudah terbentuk,” ungakpnya.

Aktif Kegiatan Sosial

Tak hanya prestasi yang ia ukir, ia juga aktif dalam beberapa kegiatan sosial. Ia Turun Tangan Surabaya dan 1000 Guru Surabaya.

Serta telah menulis buku yang telah diterbitkan “Menantang Jalan terjal” dan beberapa kali dipercaya menjadi pemateri dalam beberapa acara.

Pencapaian Jessy sebagai penerima Beasiswa Unggulan memiliki makna yang besar.

Ia memanfaatkan beasiswa tersebut untuk membeli buku, mendukung penelitian, serta mengikuti pelatihan dan kompetisi yang menunjang pengembangan diri.

“Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia yang ingin bekerja di media kreatif, prestasi ini bisa jadi portofolio yang menunjukkan bahwa kemampuanku memang punya hasil” tuturnya.

Prestasi demi prestasi yang Jessy raih bukan semata datang secara instan. Ada dorongan oleh minat yang kuat serta dukungan dari orang tua.

Lingkungan juga berperan aktif karenanya yang membuat berani mencoba, meski harus berkali kali jatuh dan bangkit.

“Orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan. Itu yang bikin aku tetap jalan sampai sekarang” tuturnya.

Di tengah kesibukan kuliah, organisasi, dan kompetisi, Jessy menerapkan manajemen waktu yang terencana.

Perkuliahan tetap menjadi prioritas utama, sementara kegiatan pengembangan soft skill dan relasi ia susun setelahnya.

Malam hari ia kerap gunakan untuk mencari informasi lomba dan pelatihan, sementara kegiatan organisasi difokuskan pada akhir pekan.

Dibalik berbagai pencapaian yang tampak, Jessy menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari proses.

Namun justru dari sanalah ia belajar untuk terus melangkah, menantang jalan terjal berikutnya, dengan suara yang semakin matang dan bermakna setiap katanya.

“Saya percaya kita harus memberi yang terbaik dengan rasa syukur, dan menerima setiap hasil dengan lapang dada” tuturnya.

Jessy berharap karya-karyanya dapat menginspirasi dan memberi manfaat bagi banyak orang, sekaligus menjadi sumber penghasilan yang layak.

Ia akan terus berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang Public Speaking dan kepenulisan melalui berbagai kesempatan yang sejalan dengan bakat serta minatnya.

(Merida Rahma Paramita/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.