Cium Bau Busuk, Warga Riau Temukan Gajah Mati dalam Posisi Duduk, Kepalanya Terpotong
February 06, 2026 02:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Kematian gajah di Kabupaten Pelalawan, Riau sangat tragis.

Kondisi gajah saat ditemukan memprihatinkan, dengan bagian kepala terpotong dan tubuh dalam posisi duduk.

Bangkai gajah tersebut ditemukan di areal konsesi perusahaan di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Senin, (2/2/2026)

 

Cium Bau Busuk

Saksi yang pertama kali menemukan gajah mati, Winarno, mengaku mencium bau busuk dari arah hutan pada Senin, (2/2/2026) malam.

Setelah ditelusuri, ia menemukan bangkai seekor gajah, dan kemudian melaporkannya ke pihak keamanan.

Pada Selasa (3/2/2026) petugas Polres Pelalawan bersama personel Polsek Ukui turun langsung ke lokasi penemuan.

Baca juga: Miss Earth 2019 Lirabica Apresiasi Penyelamatan Gajah Sumatera di Tesso Nilo

Selanjutnya, pada Rabu (4/2/2026), tim gabungan dari Satreskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditreskrimsus Polda Riau, Bidlabfor Polda Riau, serta BBKSDA Riau melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah di tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian gajah tersebut dan memburu pihak yang bertanggung jawab.

 

Selidiki Penyebab Kematian Gajah

Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

“Kami melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini,” ujarnya, Rabu (5/2/2026).

Tim Bidlabfor Polda Riau turut mengambil sampel tanah di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah untuk keperluan pemeriksaan laboratorium.

Yoga turut mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan atau mengetahui adanya tindak pidana, khususnya yang berkaitan dengan satwa liar dilindungi, baik ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan call center 110.

 

Bangkai Gajah Korban Banjir di Aceh

Seekor gajah ikut jadi korban tewas bencana bajir di Aceh. 

Sudah 6 hari berlalu, bangkai gajah itu masih terbengkalai.

Kondisi ini membuat sedih konten kreator sekaligus relawan kemanusiaan Vilmei.

Terlebih Vilmei melihat langsung penampakan bangkai gajah yang masih tergeletak tanpa evakuasi tersebut.

 

Vilmei Tak Bisa Tidur Kepikiran Bangkai Gajah Korban Banjir di Aceh

Dalam unggahan Instagram Stories, Vilmei mengaku sangat terganggu setelah menyaksikan kondisi bangkai gajah tersebut di lapangan.

“Gak bisa tidur karena habis ketemu bangkai gajah di Aceh. Belum dievakuasi dan bener-bener sedih banget lihatnya. Udah bau bangkai juga,” ungkapnya Jumat (5/12/2025).

Menurut penuturan warga yang ditemui Vilmei, bangkai gajah itu dibiarkan begitu saja selama beberapa hari terakhir.

Warga juga menyebut kemungkinan bangkai tersebut akan dibakar jika tidak segera diambil pihak berwenang.

Bau menyengat dari bangkai itu sudah tercium dari jarak jauh, dan kondisinya kian memburuk akibat terendam lumpur banjir.

BANGKAI GAJAH TERBENGKALAI - Menyedihkan, gajah ikut jadi korban tewas banjir di Aceh, sudah 6 hari bangkainya tergeletak, konten kreator Vilmei sedih. Personel Unit Inafis Identifikasi dan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Pidie Jaya, melakukan olah TKP terhadap gajah mati ditumpukan kayu di bantaran Krueng Meureudue, Sabtu ( 29/11/2025) sekira pukul 09.00 WIB. Satwa dilindungi itu mati, diduga terbawa banjir. Konten kreator sekaligus relawan kemanusiaan Ci Vilmei akhirnya tiba di Kabupaten Pidie Jaya untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang, Rabu (3/12/2025).
BANGKAI GAJAH TERBENGKALAI - Menyedihkan, gajah ikut jadi korban tewas banjir di Aceh, sudah 6 hari bangkainya tergeletak, konten kreator Vilmei sedih. Personel Unit Inafis Identifikasi dan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Pidie Jaya, melakukan olah TKP terhadap gajah mati ditumpukan kayu di bantaran Krueng Meureudue, Sabtu ( 29/11/2025) sekira pukul 09.00 WIB. Satwa dilindungi itu mati, diduga terbawa banjir. Konten kreator sekaligus relawan kemanusiaan Ci Vilmei akhirnya tiba di Kabupaten Pidie Jaya untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang, Rabu (3/12/2025). (serambi/Serambinews.com/HO/serambinews/BEA CUKAI LANGSA/ig @vilmei)

 

Nasib Bangkai Gajah, Kemungkinan Dibakar 

Banjir besar yang melanda Aceh telah menyebabkan kerusakan lahan, pemukiman, hingga ekosistem satwa liar.

Temuan bangkai gajah yang tidak kunjung dievakuasi menambah daftar persoalan di tengah upaya pemulihan pascabencana.

Vilmei menegaskan bahwa kondisi seperti ini tidak hanya menyedihkan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan warga.

“Sedih banget… udah bau bangkai. Kata warga paling dibakar,” ujarnya.

 

Kesaksian Warga Lihat Gajah Sumatra Mati Terkubur Lumpur di Pidie Jaya

Kematian Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) akibat banjir bandang yang melanda Aceh menjadi sorotan publik.

Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati diduga setelah terseret arus kuat banjir di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. 

Bangkai binatang besar tersebut ditemukan di Desa (Gampong) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Sabtu, 29 November 2025.

Lokasi penemuan satwa itu berada di daerah terisolasi akibat banjir bandang luapan Sungai Meureudu, yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar dua jam.

Gajah tersebut terbenam di dalam tumpukan kayu hutan dan lumpur yang terbawa banjir.

Setengah badan gajah terkubur dengan kepalanya mengarah ke bawah.

GAJAH MATI : Personel Unit Inafis Identifikasi dan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Pidie Jaya, melakukan olah TKP terhadap gajah mati ditumpukan kayu di bantaran Krueng Meureudue, Sabtu ( 29/11/2025) sekira pukul 09.00 WIB. Satwa dilindungi itu mati, diduga terbawa banjir. (Serambinews.com/HO/serambinews)
GAJAH MATI : Personel Unit Inafis Identifikasi dan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Pidie Jaya, melakukan olah TKP terhadap gajah mati ditumpukan kayu di bantaran Krueng Meureudue, Sabtu ( 29/11/2025) sekira pukul 09.00 WIB. Satwa dilindungi itu mati, diduga terbawa banjir. (Serambinews.com/HO/serambinews) (serambi/(Serambinews.com/HO/serambinews)

Warga Meunasah Lhok, Muhammad Yunus, mengatakan gajah sumatra sebelumnya tidak pernah terlihat di sekitar perdesaan tersebut.

Gajah yang mati itu pun diduga karena banjir dan terseret ke arus ke wilayah desa.

"Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir," kata Yunus, Sabtu (29/11/2025) yang dikutip serambinews.com dari Kompastv.

Yunus menambahkan, warga desa tidak bisa memindahkan bangkai gajah tersebut karena tidak punya peralatan memadai.

Lokasi ditemukannya bangkai gajah juga sulit diakses dan terisolasi akibat banjir.

Bangkai gajah yang ditemukan tertindih batang kayu dan lumpur. Setengah badan gajah, dari punggung hingga kepala, terkubur di bawah tanah.

Gajah sumatra adalah satwa hampir punah dengan populasi hanya sekitar 1.100 ekor menurut Kementerian Kehutanan RI.

Status konservasi gajah sumatra masuk kategori kritis atau kurang satu langkah sebelum kepunahan.

Muhammad Yunus juga mengaku kaget mendapati banyaknya kayu gelondongan hutan yang terseret banjir.

Menurutnya, kayu yang terseret banjir berukuran besar-besar.

"Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini," kata Yunus.

(tribun network/thf/TribunPekanbaru.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.