Daftar Wilayah Terdampak Gempa Pacitan Magnitudo 6,4, Terasa hingga Surabaya, BPBD Terus Pantau
February 06, 2026 07:32 AM

 

SURYA.co.id – Warga di sejumlah wilayah di Jawa Timur mendadak terbangun dari tidur setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Pacitan pada Jumat (6/2/2026) dini hari. 

Episentrum gempa berada di Kabupaten Pacitan, namun guncangannya menjalar kuat hingga ke sejumlah daerah sekitar, termasuk Ponorogo.

Kepanikan tak terhindarkan. Getaran yang terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap membuat banyak orang berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi tepat pukul 01.06 WIB.

Menurut pantauan SURYA.co.id berdasarkan data resmi, gempa tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Magnitudo: 6,4
  • Koordinat: 8.99 Lintang Selatan, 111,18 Bujur Timur
  • Lokasi pusat gempa: 90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur
  • Kedalaman: 10 kilometer

Meski berpusat di laut, kedalaman gempa yang relatif dangkal membuat guncangan terasa signifikan di daratan.

Warga Ponorogo Panik, Berlarian Selamatkan Diri

GEMPA PACITAN - Laman resmi BMKG menyebutkan bahwa gempa Magnitudo 6.4, 
Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 wib. Lokasi 8.99 Lintang Selatan, 111,18 Bujur Timur. 90 kilometer Tenggara Pacitan Jatim, kedalaman 10 kilometer. Walaupun pusat gempa di Pacitan, namun getaran dirasakan kuat hingga wilayah Ponorogo. Sebagian warga pun terbangun dari tidur nyenyaknya dan berlarian keluar rumah menyelamatkan diri.
GEMPA PACITAN - Laman resmi BMKG menyebutkan bahwa gempa Magnitudo 6.4, Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 wib. Lokasi 8.99 Lintang Selatan, 111,18 Bujur Timur. 90 kilometer Tenggara Pacitan Jatim, kedalaman 10 kilometer. Walaupun pusat gempa di Pacitan, namun getaran dirasakan kuat hingga wilayah Ponorogo. Sebagian warga pun terbangun dari tidur nyenyaknya dan berlarian keluar rumah menyelamatkan diri. (istimewa/BMKG)

Getaran gempa dirasakan sangat kuat oleh warga Ponorogo. Di Perumahan Kertosari Indah, Kelurahan Kertosari, suasana mendadak riuh ketika warga terbangun dan berusaha menyelamatkan diri.

Salah satu warga, Ahmad Fauzani, mengisahkan momen menegangkan saat gempa terjadi.

"Gempanya kerasa banget dan durasinya cukup lama. Begitu sadar ada goncangan keras, saya langsung ambil anak yang lagi tidur nyenyak," ungkapnya.

Pengalaman serupa dirasakan Sayekti Milan, warga Kecamatan Sampung, yang mengaku baru pertama kali merasakan gempa sekuat ini.

"Beh, buanter tenan (keras sekali), sampai terbangun semua," imbuhnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Kuat hingga Ponorogo

BPBD Siaga, Pacitan Masuk Wilayah Rawan Gempa

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Meski demikian, petugas tetap disiagakan untuk memantau perkembangan di lapangan.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Sementara itu, BMKG memastikan belum ada peringatan tsunami yang dikeluarkan terkait peristiwa ini.

Secara geografis, Pacitan memang berada di kawasan rawan gempa. Wilayah ini terletak dekat zona subduksi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang aktif.

Selain itu, keberadaan Sesar Grindulu, yang membentang dari Pacitan hingga lereng Gunung Wilis di Ponorogo, menjadi faktor tambahan potensi kegempaan.

Catatan sejarah juga menunjukkan bahwa Pacitan pernah mengalami gempa besar pada September 1937 dengan kekuatan magnitudo 6,8 yang menyebabkan kerusakan luas di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Terasa hingga Surabaya

Menurut pantauan SURYA.co.id dari sosial media, Guncangan Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan dirasakan luas di berbagai daerah di Jawa Timur.

Laporan menyebutkan wilayah seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Surabaya, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi turut merasakan dampak guncangan.

Beberapa wilayah di jalur Pantura juga merasakan getaran yang cukup kuat.

Skala IV MMI tercatat di Pacitan, Bantul, dan Sleman.

Sementara getaran skala III MMI dirasakan di sejumlah daerah lain seperti:

  • Kulon Progo,
  • Trenggalek,
  • Wonogiri,
  • Malang,
  • Cirebon,
  • Blitar,
  • Surakarta,
  • Karanganyar,
  • Magelang,
  • Jombang,
  • Tulungagung,
  • Ponorogo,
  • Magetan,
  • Nganjuk,
  • Wonosobo, dan
  • Banjarnegara.

Adapun Tuban, Jepara, dan Denpasar merasakan getaran skala II MMI.

Kekuatan guncangan yang signifikan sempat membuat warga terkejut dan terbangun dari tidur lelap mereka.

Kepanikan melanda sebagian masyarakat, mendorong mereka untuk segera keluar rumah sebagai tindakan antisipasi.

Hal ini merupakan respons alami dalam menghadapi ancaman gempa bumi yang tidak terduga.(Pramita Kusumaningrum/Putra Dewangga/SURYA.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.