TRIBUNFLORES.COM, KUPANG- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memparkirakan cuaca di sebagaian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan prakiraan BMKG ada 12 wilayah yang berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang yaitu Alor, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kab. Kupang, Lembata, Flores Timur.
Sementara potensi angin kencang terjadi di Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
Kondisi cuaca ini menurut BMKG dipicu dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 98P yang mulai terbentuk sejak 29 Januari 2026.
Baca juga: BMKG Ingatkan Dampak Bibit Siklon 98P terhadap Kondisi Cuaca dan Perairan di NTT
BMKG menyebut, saat ini posisi bibit berada di sekitar daratan utara Australia bagian Barat Laut.
Selain memberi dampak tidak langsung pada kondisi cuaca, Bibit Siklon Tropis 98P juga berdampak pada kondisi perairan di NTT.
Gelombang laut tinggi 1.25 – 2.5 meter di Laut Sawu, Perairan Kep. Leti hingga Kep. Sermata, Perairan Kep. Babar hingga Tanimbar, perairan Kep. Kai hingga Kep. Aru, Samudra Hindia selatan NTT dan Laut Arafuru bagian barat.
Baca juga: Gerindra Bergerak dari Aksi, Berdampak bagi Rakyat dan Alam
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan kondisi perairan yang berbahaya.
Melihat potensi cuaca yang masih signifikan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor.