TRIBUNMAROS.COM, MAROS — Penantian panjang selama 15 tahun akhirnya terbayar lunas bagi Abdul Majid bersama keluarganya.
Tahun ini, warga Tebbang Orai, Kecamatan Maros Baru itu akan berangkat ke Tanah Suci bersama 15 orang anggota keluarganya sekaligus.
“Alhamdulillah, ada 15 orang totalnya,” ujar Abdul Majid saat ditemui di sela kegiatan bimbingan manasik haji di Masjid Agung Arrahman Maros, Jumat (6/1/2026).
Ia menjelaskan, rombongan tersebut terdiri dari berbagai anggota keluarga, mulai dari saudara, kakak, adik, sepupu hingga anak-anaknya.
“Anak saya ada tiga orang yang ikut berangkat bersama,” katanya.
Seluruh anggota keluarga tersebut diketahui mendaftar haji secara bersamaan pada tahun 2011.
Setelah menunggu sekitar 15 tahun, pelunasan biaya haji akhirnya rampung pada tahun 2020.
Abdul Majid mengungkapkan, kesehariannya hanya sebagai penjual ikan di Pelelangan Ikan Maros.
Dari hasil jual ikan itulah ia menyisihkan rezeki sedikit demi sedikit untuk biaya haji.
“Kalau ada hasil, saya sisihkan. Kadang satu juta, kalau ada lebih ditambah lagi,” tuturnya.
Bagi Abdul Majid sendiri, keberangkatan tahun ini merupakan yang kedua kalinya menunaikan ibadah haji.
Selain kisah rombongan keluarga besar, keberangkatan haji Maros tahun ini juga diwarnai dengan hadirnya jemaah termuda.
Ia adalah Ayu Auliana Safiya, remaja berusia 15 tahun yang tercatat sebagai jemaah haji termuda asal Kabupaten Maros tahun 2026.
Ayu berangkat menggantikan ibunya yang sakit dan tidak memungkinkan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Ayu mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang didapatkannya.
“Senang sekali,” ucap Ayu singkat dengan wajah ceria.
Remaja kelahiran 15 April 2010 itu masih berstatus pelajar kelas III SMP.
Saat ini ia menempuh pendidikan di Sulawesi Tenggara, meski terdaftar sebagai jemaah melalui kuota keluarga Kabupaten Maros.
Dalam perjalanan ibadah hajinya nanti, Ayu tidak berangkat sendiri.
Ia akan didampingi pamannya selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Sebagai jemaah termuda, Ayu mengaku telah mulai mempersiapkan diri, baik dari sisi perlengkapan maupun fisik.
“Persiapannya pakaian, sama rajin olahraga,” katanya.
Diketahui, 610 jemaah haji asal Kabupaten Maros dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 30 April 2026.
Calon jemaah haji mulai diberangkatkan pada 1 Mei 2026 dan tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 14.
Demikian yang disampaikan Bupati Maros, Chaidir Syam, saat membuka kegiatan bimbingan manasik haji di Masjid Agung Maros, Jumat (6/2/2026).
“Insyaallah jemaah Maros berangkat di awal, yakni Kloter 14 pada 1 Mei. Sehari sebelumnya, tanggal 30 April, jemaah sudah masuk asrama,” katanya.
Tahun ini, Kabupaten Maros memperoleh kuota haji sebanyak 610 jemaah.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya berkisar 315 jemaah.
Selain jemaah, keberangkatan juga akan didampingi satu orang petugas haji daerah.
"Dengan demikian, total rombongan haji asal Maros yang berangkat mencapai 611 orang," katanya.
Ia menjelaskan, ratusan jemaah tersebut nantinya akan terbagi ke dalam delapan kelompok terbang sesuai dengan pengaturan nasional.
Chaidir menyebut jemaah tertua tercatat berusia 99 tahun, sementara jemaah termuda berusia 15 tahun. (*)