Di Pegadaian Permintaan Emas Fisik Melonjak, Antrean Proses Cetak dan Pengambilan Emas Jadi Lama
Rustam Aji February 06, 2026 12:25 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Terjadi lonjakan permintaan emas fisik di Pegadaian akhir-akhir ini.

Permintaan dalam waktu bersamaan, memicu antrean proses cetak serta pengambilan emas. 

Namun tak perlu khawatir.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Jumat (6/2/2026), Pegadaian meningkatkan kapasitas produksi serta mempercepat distribusi emas fisik sesuai permintaan denominasi atau gramasi nasabah.

Proses tersebut membutuhkan waktu untuk produksi dan distribusi.

Perusahaan menargetkan seluruh permintaan yang tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026. 

Pegadaian menegaskan seluruh produk investasi emasnya, yakni Tabungan Emas dan Cicil Emas, dijamin sepenuhnya dengan emas fisik sebagai underlying asset dengan rasio 1:1. 

Perusahaan memastikan setiap gram transaksi dijamin dengan emas fisik yang setara.

“Lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan berdampak pada antrean proses cetak dan pengambilan emas. Saat ini Pegadaian terus mengoptimalkan produksi dan distribusi, dengan target seluruh permintaan tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026,” tulis Pegadaian melalui akun Instagram resminya @pegadaian_id.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 5 Februari 2026 Turun Lagi

Emas tersebut disimpan dalam brankas penyimpanan emas (vault) berstandar internasional dan diaudit secara berkala oleh regulator dan pengawas, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Pegadaian juga memastikan likuiditas emas nasabah tetap aman dan terjamin.

Nasabah yang membutuhkan dana segera dapat memanfaatkan layanan gadai maupun buyback Tabungan Emas melalui outlet Pegadaian dan aplikasi TRING!.

Perusahaan mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan bijak serta berinvestasi emas sesuai kebutuhan dan profil finansial masing-masing dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Pegadaian mengimbau nasabah untuk tetap tenang, bijak, dan berinvestasi emas sesuai kebutuhan serta profil finansial masing-masing. Komitmen kami adalah terus menghadirkan layanan yang taat regulasi, berintegritas, dan berkelanjutan," tulis akun Instagram @pegadaian_id dalam unggahannya.

Di sisi lain, harga emas batangan 1 gram di Purwokerto bervariasi antar toko emas.

Dalam satu hari, selisih harga jual antar toko bahkan menembus nyaris Rp1 juta.

Hal itu memaksa pembeli berpikir dua kali sebelum memilih merek dan lokasi pembelian.

Baca juga: Petani di Blora Borong Emas saat Harga Turun

Salah seorang calon pembeli emas asal Purwokerto, Ningrum (35) mengatakan sengaja ingin membeli emas batangan karena kemarin sempat turun 

"Saya kira hari ini masih turun, ternyata sudah naik lagi, semua gerai toko emas tadi saya masuk dan tanya dan rata rata naik, barangnya juga langka tadi di toko pertama cuma hanya ada yang 2 gram," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (4/2/2026).

Pada Rabu (4/2/2026) lalu, berdasarkan pantauan di salah satu gerai toko emas di pusat perbelanjaan, emas Aneka Tambang (Antam) 1 gram dijual Rp3.320.000, dengan harga buyback di kisaran Rp 2,8 juta.

Namun di toko emas lain, harga emas Antam justru melonjak hingga Rp 4.240.000 per gram. 

Padahal sebelumnya masih berada di angka Rp3.800.000. 

Kenaikan tajam ini membuat selisih harga antargerai mencapai hampir Rp1 juta.

Baca juga: Deteksi Dini Virus Nipah, Penumpang Internasional di Bandara Ahmad Yani Jalani Pemantauan Berlapis

Sementara itu, Kepala Cabang Pegadaian Purwokerto, Budi Purnomo, menyebut perdagangan Rabu (4/2/2026) periode I menunjukkan dinamika berbeda pada dua produk favorit masyarakat, yakni emas Antam dan Galeri 24.

Apabila dibandingkan, harga beli Antam lebih mahal Rp 207.000 per gram dibanding Galeri 24.

Namun pada sisi buyback, justru Galeri 24 lebih tinggi Rp 3.000 dari pada Antam. (jti) 

Untuk informasi resmi seputar investasi emas, transaksi gadai, dan buyback, nasabah dapat mengakses aplikasi Tring! by Pegadaian, akun Instagram @sahabatpegadaian @pegadaian_id, atau mengunjungi outlet Pegadaian terdekat. (kompas.com/nur/jti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.