Dinas Pendidikan dan Inspektorat Minut Pastikan Senin Depan Siswa SD Inpres Klabat Belajar Normal
Rizali Posumah February 06, 2026 09:45 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Pendidikan bersama Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menyambangi SD Inpres Klabat di Kecamatan Dimembe pada Jumat (6/2/2026).

Kunjungan ini dilakukan guna menindaklanjuti polemik renovasi sekolah yang berada satu lokasi dengan SMPN 2 Satu Atap Dimembe tersebut.

Secara geografis, sekolah di Desa Klabat ini berjarak sekitar 18 kilometer dari Kantor Bupati Minut atau 17 kilometer dari ikon Tugu Zero Point Sukur, dengan waktu tempuh kurang lebih 17 hingga 35 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Kunjungan ini berfokus pada pemantauan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen.

Proyek ini mengucurkan dana bantuan senilai Rp 926 juta yang dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Minut, Stephen Tuwaidan, menjelaskan bahwa pihaknya hadir untuk memastikan asas manfaat serta mengevaluasi pengerjaan proyek tersebut.

"Khusus di SD Inpres Klabat persoalannya karena mantan Kepala Sekolah ingin melakukan pekerjaan inovasi yang menurut pandangannya boleh. Tapi dari sudut pandang auditor, itu tidak bisa karena tidak masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB) yang dikeluarkan Kementrian," kata Inspektur Minut Stephen Tuwaidan saat diwawancara wartawan usai pertemuan dengan pihak sekolah dan orang tua siswa di halaman SD Inpres Klabat, Jumat (6/2/2026).

Mantan Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bitung ini menyayangkan langkah mantan Kepsek yang melakukan pekerjaan di luar rencana tanpa prosedur formal.

"Inilah titik persoalan di SD Inpres Klabat," tambahnya.

Berdasarkan pengecekan tim teknis, sisa anggaran yang belum terselesaikan sesuai RAB sebenarnya tinggal sedikit.

Namun, muncul kendala terkait pemasangan tehel yang tidak masuk dalam perencanaan awal.

Hal ini menjadi tanggung jawab mantan Kepsek karena pembongkaran tersebut harus dipertanggungjawabkan secara administratif.

Dalam rapat mediasi tersebut, disepakati bahwa panitia pelaksana akan menuntaskan sisa pekerjaan fisik dan perbaikan yang dilakukan mantan Kepsek paling lambat 1 Maret 2026.

"Nantinya ketika akan diperiksa tim BPK tidak akan memeriksa tehelnisasi karena tidak masuk dalam RAB rehab revitalisasi," kata dia sembari mendesak mantan Kepsek segera menuntaskan masalah tersebut karena menyangkut aset negara.

Kadis Pendidikan Pastikan Siswa Tak Lagi Belajar Melantai

Kepala Dinas Pendidikan Minut, Joefita Supit, memastikan bahwa mulai Senin pekan depan, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Klabat akan kembali normal di dalam ruang kelas.

Pertemuan ini sendiri digelar sebagai respons atas keluhan orang tua terkait kenyamanan siswa yang sempat viral karena belajar di lantai.

Joefita menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin hak siswa mendapatkan fasilitas layak meski proses renovasi masih berjalan.

"Kami juga telah menginstruksikan Plt Kepala Sekolah agar memperhatikan seluruh aspek kenyamanan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung," kata Joefita Supit.

Pihak orang tua siswa menyatakan kepuasan atas penjelasan tersebut dan siap mendukung program peningkatan kualitas pendidikan di Minut.

Sementara itu, panitia pelaksana berkomitmen merampungkan seluruh sisa pengerjaan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Secara teknis, revitalisasi ini mencakup empat ruang kelas dengan sembilan jenis item pekerjaan, serta dua ruang kelas tipe 1 dengan delapan jenis pekerjaan.

Lingkup kerjanya meliputi perbaikan dinding (plesteran dan acian), kusen, atap, plafon, lantai keramik selasar, pengecatan, hingga instalasi listrik.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.