Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyiapkan anggaran Rp4,6 miliar untuk program padat karya dengan melibatkan masyarakat menangani lumpur sisa banjir di desa masing-masing dalam rangka percepatan pemulihan bencana.
"Iya ada program padat karya tunai (PKT). Anggarannya di PU dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBK kita,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Aceh Tamiang Mix Donald di Aceh Tamiang, Jumat.
Ia menjelaskan khusus program PKT diterapkan selama 10 hari ke depan dengan memberdayakan warga desa masing-masing maksimal 20 orang.
Tujuan lain dari padat karya tunai ini, sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Masyarakat yang terlibat mendapatkan upah atau gaji Rp100 ribu orang/hari.
“Syaratnya harus warga desa setempat. Koordinator atau pengawasnya datok penghulu (kades). Jenis pekerjaannya membersihkan lumpur dari parit saluran yang ada di desa, dengan target 10 hari selesai,” ujarnya.
Selain padat karya tunai ini, kata Mix Donald, juga ada kegiatan sewa alat berat dan dump truk melalui dana BTT dalam upaya melakukan percepatan rehab rekon pemulihan bencana.
“Jadi dana BTT yang disiapkan pemerintah daerah senilai Rp9,6 miliar termasuk padat karya tunai. Ada juga di dalamnya sewa alat berat, truk untuk keadaan darurat seperti bencana alam yang sifatnya harus cepat untuk perbaikan infrastruktur rusak,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery mengatakan program dari dana BTT yang sudah berjalan salah satunya untuk padat karya. Setiap saluran drainase desa akan dinormalisasi secara manual oleh masyarakat desa masing-masing.
“Kami monitoring padat karya tunai yang sudah berjalan di Kecamatan Manyak Payed dan Banda Mulia. Nanti lumpur yang diangkat dari parit akan dimuat alat berat (beko) dan diangkut menggunakan dump truk dibuang keluar atau TPA,” katanya.







