TRIBUNSTYLE.COM - Solo kembali menjadi pusat perhatian lewat digelarnya Tradisi Umbul Mantram pada Kamis malam, 5 Februari 2026.
Prosesi ini menandai dimulainya rangkaian Grebeg Sudiro sebagai pembuka perayaan Hari Raya Imlek 2026 di Kota Solo.
Umbul Mantram bukan sekadar kirab budaya, tetapi juga ruang perjumpaan lintas tradisi yang telah hidup lama di tengah masyarakat.
Malam itu, suasana Sudiroprajan terasa berbeda dengan nuansa sakral yang berpadu dengan semarak perayaan.
Doa dan ungkapan rasa syukur mengiringi setiap langkah peserta kirab.
Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Solo.
Akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa tampak jelas sepanjang prosesi berlangsung.
Kirab Umbul Mantram diawali dengan pembawa bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan.
Baca juga: Sadranan, Tradisi Jawa Menjelang Ramadan yang Masih Dilestarikan di Solo, Ziarah ke Makam Leluhur
Di belakangnya, bendera panji dan mandala menambah kesan khidmat dalam iring-iringan.
Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani turut hadir mengenakan busana adat Jawa lengkap.
Kehadiran pimpinan daerah memberi makna dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Jajaran forkopimda Kota Solo juga tampak mengikuti kirab dengan penuh penghormatan.
Tak hanya pejabat, warga dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam acara ini.
Peserta kirab mengenakan beragam pakaian adat, mulai dari busana tradisional Jawa hingga busana khas Tionghoa.
Warna-warni kostum menciptakan pemandangan visual yang menarik bagi masyarakat sekitar.
Beberapa warga terlihat membawa pusaka keluarga sebagai simbol nilai leluhur.
Tumpeng dan sesaji juga dihadirkan sebagai bagian dari tradisi ungkapan rasa syukur.
Jodang lanang dan jodang wadon menjadi elemen khas.
Kirab sendiri dimulai dari Kantor Kelurahan Sudiroprajan.
Rute kirab melintasi sejumlah jalan utama yang menjadi saksi sejarah kawasan tersebut.
Jalan RE Martadinata menjadi salah satu titik yang dipenuhi warga yang menyaksikan prosesi.
Iring-iringan juga melewati Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Ir Juanda.
Jalan Jenderal Urip Sumoharjo menjadi penutup sebelum rombongan kembali ke kantor kelurahan.
Warga tampak antusias menyambut kirab dari pinggir jalan.
(TribunStyle.com/Putri Asti)