SURYA.co.id, SURABAYA - Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko terusik dengan keberadaan bangunan bersejarah rumah Radio Bung Tomo di Jl Mawar 10 Surabaya. Bangunan bersejarah ini lenyap tidak meninggalkan jejak.
Saat ini, rumah di Jl Mawar Tegalsari Surabaya itu telah menjadi rumah modern dengan pagar tinggi.
Pantauan SURYA.co.id di lokasi, rumah berornamen pagar besi hiasan kayu itu tampak megah.
Halamannya sangat luas namun tidak terlihat dari jalan. Pantauan di lokasi, paving memenuhi semua halaman rumah megah tersebut.
Rumah di Jl Mawar 10-12 itu menempel dengan gedung Jayanata. Sebuah klinik perawatan kecantikan kenamaan di Surabaya.
Baca juga: Presiden Prabowo Singgung Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya, Eri Cahyadi Jelaskan Kondisinya Kini
Salah seorang pemilik warung yang persis di depan rumah Radio Bung Tomo itu menyebut bahwa rumah megah modern itu dibangun habis covid-19.
"Itu rumah anaknya. Bapaknya yang menempel di Jayanata. Orang Jayanata," kata pemilik warung ini.
Lenyapnya jejak sejarah Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10, Surabaya itu langsung direaksi keras Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. Apalagi setelah Presiden Prabowo Subianto, secara terbuka mempertanyakan keberadaan bangunan bersejarah itu.
Baca juga: Dimana Rumah Radio Bung Tomo? Tempat Bersejarah yang Disinggung Presiden Prabowo di Pidatonya
Rumah Radio Bung Tomo yang menjadi artifek sejarah pertempuran 10 November1945. Bung Tomo berorasi membangkitkan semangat melawan penjajah.
"Karena sudah jadi atensi kepala negara, saya harus iku menelusuri. Kami sesalkan. Rumah Radio Bung Tomo adalah saksi sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo. Kini lenyap," kata Yona, Jumat (6/2/2025).
Hasil penelusuran Komisi A, rumah yang dijadikan pidato perjuangan Bung Tomo itu dirobohkan pada Mei 2016.
Rumah di Tegalsari itu telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK wali kota Nomor 188.45/251/402.1.04/1996.
Yona menyebut status penguasaan lahannya saat ini berada di tangan pihak swasta.
Meski cagar budaya, tidak dikuasai Pemkot. Ironi besar mengingat dari tempat itulah orasi heroik Bung Tomo di siarkan.
Komisi A dan Komisi D akan menindaklanjuti lenyapnya jejak sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa ini.
Harus menjadi perhatian semua agar situs sejarah di Surabaya tetap dilindungi.
“Ini juga menjadi atensi Ketua Umum kami, Bapak Prabowo Subianto. Kami akan menelusuri secara mendalam bagaimana proses pengawasan terhadap cagar budaya ini. Jangan ada keteledoran," kata Yona.
Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Prabowo menyinggungnya dalam pidatonya.
Rumah Radio Bung Tomo merupakan tempat pidato bersejarah 10 November 1945 yang telah dirobohkan pada 2016.
Prabowo mempertanyakan keberadaan stasiun RRI tersebut di hadapan para kepala daerah dan pejabat pemerintah lainnya.
Dilansir dari Tribunnews, kepala negara pun mengingatkan bahwa Indonesia pernah dijajah bangsa lain.
Melalui perjuangan para pendahulu, bangsa Indonesia bisa seperti saat ini.
“Di mana stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo waktu pertempuran 10 November, apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar beberapa sudah menjadi pabrik,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).