TRIBUNJATENG.COM, Pemalang - Bencana tanah longsor menerjang sebuah rumah warga di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jumat (6/2/2026) sore.
Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut, mengakibatkan seorang anak perempuan berusia 9 tahun meninggal dunia, sementara ibunya mengalami luka-luka.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menjelaskan, longsor berasal dari tebing setinggi kurang lebih 10 meter yang berada di belakang rumah korban.
Baca juga: 3 Pekan Banjir di Kabupaten Pekalongan, Kenapa Belum Tetapkan Tanggap Darurat Bencana?
Baca juga: Anak Ketiga Habisi 1 Keluarga di Jakarta, Suapi Para Korban dengan Racun Tikus, Pura-pura Ikut Lemas
Material tanah dan bebatuan runtuh secara tiba-tiba dan langsung menimpa bangunan saat penghuni berada di dalam rumah.
"Material tanah longsor menimpa satu rumah warga, dan juga menutup akses jalan. Dalam kejadian ini satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka," ujar Kapolres AKBP Rendy saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (7/2/2026).
Korban meninggal diketahui berinisial KP (9). Saat kejadian, korban berada di dalam rumah bersama ibunya, Y (35).
Setelah berhasil dievakuasi oleh petugas dan warga, jenazah KP disemayamkan di rumah Kepala Desa Jojogan.
Sementara itu, Y selamat namun mengalami luka-luka. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Watukumpul untuk mendapatkan perawatan medis.
"Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga sempat menutup akses jalan penghubung Desa Jojogan dan Desa Cikadu. Material tanah yang menimbun badan jalan membuat arus transportasi warga terganggu," imbuhnya.
Petugas gabungan dari Polsek Watukumpul, Koramil setempat, serta warga bergotong royong membersihkan material longsor dari badan jalan.
Setelah beberapa waktu, akses jalan akhirnya dapat dilalui kembali.
Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. (Dro)