TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan ribu jemaah mulai memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, untuk menghadiri acara bertajuk Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan Pengurus MUI periode 2025–2030, pada Sabtu (7/2/2026).
Pantau Tribunnews di lokasi para jemaah mulai memadati Masjid Istiqlal sejak 08.00 WIB.
Sebelum masuk ke dalam masjid Istiqlal, para jemaah harus melakukan pengecekan barang bawaannya.
Setelah itu para jemaah dipersilahkan untuk menunggu acara di tempat yang telah disediakan di dalam masjid Istiqlal.
Di dalam Masjid Istiqlal juga terlihat penuh sesak, setiap lantai sudah dipadati oleh para jamaah.
Sementara itu dalam keterangannya, MUI menerangkan acara pagi ini selain dihadiri oleh pengurus MUI, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, jajaran menteri, ulama, tokoh nasional, dan jemaah dalam jumlah sangat besar.
Terkonfirmasi bahwa kegiatan akan diikuti oleh jamaah sebanyak 56 ribu jemaah yang datang dari berbagai daerah di Jabodetabek. Berikut rangkaian acaranya.
Baca juga: Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Jaya, Bawa Hasil Dialog dengan MUI
Pra acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh Al-Mabruk Nusantara yang menghadirkan H Muhammad Zaki Maulana Kamal serta Agus Ragil dari Ahbabul Mustofa, Tangerang Raya.
Memasuki pukul 08.15 WIB, kegiatan dibuka dengan pembacaan tawasul dan Yasin Fadhilah dipimpin oleh KH Abdul Manan Ghani.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk keselamatan bangsa yang dipimpin sejumlah tokoh, di antaranya KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, dan Ustadz Abdul Somad.
Momentum ini menjadi bagian penting dalam menguatkan dimensi spiritual kegiatan, mengingat munajat menjadi landasan utama sebelum memasuki sesi pengukuhan.
Menjelang pukul 09.15 WIB, hadroh Ar Ridwan Al Marashli kembali akan menghadirkan lantunan shalawat sebagai penguat suasana kebersamaan dan kekhidmatan.
Pra acara ditutup dengan pemutaran video perjalanan kiprah 50 tahun MUI pada pukul 09.55 WIB, yang menampilkan rekam jejak peran strategis MUI dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan.
Memasuki inti acara pada pukul 10.00 WIB, jemaah berdiri menyambut kehadiran Presiden Republik Indonesia dengan Mahalul Qiyam (Shalawat Badar) yang dibawakan Al Mabruk.
Setelah itu, seluruh hadirin menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai simbol penghormatan terhadap negara dan bangsa.